Menteri Haji dan Umrah Pimpin Wukuf 1447H: Tegaskan ‘Tri Sukses Haji’ dan Komitmen Layanan Inklusif
ARAFAH – Jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia, termasuk ratusan ribu jemaah asal Indonesia, hari ini berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji, yakni Wukuf 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Dalam sambutan resminya, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pergerakan jemaah yang telah dimulai sejak Senin, 25 Mei 2026 pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Menteri menegaskan bahwa operasional tahun ini menjadi tonggak sejarah baru seiring dengan terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah berdasarkan Perpres Nomor 92 Tahun 2025.
“Kementerian ini bertugas menyelenggarakan suburusan pemerintahan haji dan umrah secara fokus, terarah, dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Kehadiran kementerian baru ini harus menjadi bukti nyata bahwa negara hadir lebih dekat dalam melayani jemaah,” ujar Menteri Haji dan Umrah.
Berdasarkan data operasional terbaru yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah, seluruh fase keberangkatan dari Tanah Air telah rampung dengan rincian sebagai berikut:
Jemaah Haji Reguler: 202.551 jemaah yang terbagi dalam 527 kloter.
Petugas Haji: 2.098 personel PPIH Arab Saudi.
Jemaah Haji Khusus: 16.596 jemaah.
Saat ini, seluruh kekuatan dan layanan difokuskan penuh pada kesiapan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang mencakup aspek tenda, logistik, transportasi, fasilitas kesehatan, serta perlindungan jemaah.
Dalam khutbah dan sambutan wukuf, Menteri memaparkan visi Tri Sukses Haji sebagai parameter utama keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini:
Sukses Ritual: Menjamin ibadah jemaah berjalan sah sesuai syariat, tertib, dan khusyuk.
Sukses Ekosistem Ekonomi: Memastikan tata kelola haji berdampak ekonomi bagi bangsa, pelaku usaha, serta akuntabilitas pengelolaan dam.
Sukses Keadaban dan Peradaban: Membentuk alumni haji yang sabar, disiplin, santun, dan membawa dampak kebaikan (atsar) nyata bagi Indonesia.
Keseimbangan Ibadah dan Keselamatan: Skema Murur & Haji Inklusif
Menyikapi dinamika di lapangan, kementerian menerapkan kebijakan yang menyeimbangkan antara perlindungan jiwa (Hifz an-Nafs) dan keabsahan ibadah (Hifz ad-Din). Salah satunya melalui skema Murur dan Tanazul.
Skema murur dikhususkan bagi jemaah lansia, risiko tinggi (risti), penyandang disabilitas, jemaah komorbid, serta pendampingnya.
Melalui skema ini, jemaah akan melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun, langsung menuju Mina untuk mengurangi kepadatan dan menekan tingkat kelelahan fisik.
Tahun ini juga menegaskan komitmen Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. “Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan, dan setiap petugas wajib hadir dengan empati yang tinggi serta kesigapan penuh,” tegas Menteri.
Untuk mendukung fisik jemaah selama puncak haji, Kemenhaj telah menyiapkan makanan siap santap cita rasa Nusantara sebanyak 15 porsi selama fase Armuzna, yang distribusinya sudah dicicil sejak 6 Dzulhijjah.
Dari sisi pengawasan, operasional diperkuat oleh sistem digital melalui Command Center dan aplikasi Kawal Haji guna mempercepat respons petugas berbasis data real-time.
Sementara itu, dalam hal tata kelola dam, tercatat 145.341 jemaah telah menunaikan kewajibannya, dengan rincian 102.364 melalui lembaga Adahi di Arab Saudi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia.
Menariknya, sebagian besar daging dam jemaah Indonesia tahun ini diarahkan untuk membantu masyarakat di Palestina melalui koordinasi ketat antara Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.
Menutup sambutannya, Menteri Haji dan Umrah mengingatkan seluruh jemaah bahwa Arafah adalah momentum terbaik untuk bermunasabah, menahan diri dari hal-hal negatif (rafats, fusuq, jidal), serta memperbanyak zikir dan doa. Jemaah juga diimbau tetap disiplin menjaga kesehatan, mengenakan masker, membawa botol minum, serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.
“Mari kita doakan keluarga kita, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia tercinta, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan menyandang predikat haji mabrur,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)


