Wisata Anyer

Amirul Hajj Pastikan Kualitas Layanan Jemaah Haji 2026 Tetap Terjaga hingga Akhir Operasional

Posco Idul Adha

MADINAH – Pemerintah Indonesia memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji tetap terjaga hingga berakhirnya seluruh rangkaian operasional haji 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan rombongan Amirul Hajj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, ke sejumlah fasilitas pendukung layanan jemaah di Madinah pada Kamis (4/6/2026).

Rombongan Amirul Hajj tiba lebih awal di Kota Madinah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, serta kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang akan memasuki fase pemulangan maupun kedatangan dari Makkah.

Menurut Irfan Yusuf, berakhirnya puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tidak berarti berakhir pula tanggung jawab pelayanan kepada jemaah.

“Karena selesainya puncak haji (Armuzna) bukan berarti selesainya pelayanan haji. Secara umum apresiasi dari berbagai pihak cukup baik sehingga kita harus menjaga performa ini sampai akhir masa operasional haji,” ujar Gus Irfan, Kamis (4/6/2026).

PT PCM Idul Adha

Sebagai bagian dari pengawasan layanan, Amirul Hajj meninjau dua dapur penyedia konsumsi di Madinah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang disajikan kepada jemaah memenuhi standar kualitas dan kelayakan yang telah ditetapkan.

Meski sejauh ini layanan konsumsi mendapat respons positif dari jemaah, Gus Irfan mengingatkan seluruh petugas agar tidak lengah dalam menjaga mutu pelayanan hingga akhir operasional.

“Kita harus terus menjaga pelayanan dan performa kita,” kata Gus Irfan.

Data operasional haji hingga hari ke-44 pada Jumat (5/6/2026) mencatat sebanyak 27.086 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 69 kelompok terbang telah dipulangkan ke Tanah Air dari Makkah.

Proses pemulangan jemaah dari Makkah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, fase pemulangan akan dilanjutkan dari Madinah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan mulai memasuki Kota Madinah pada 7 Juni mendatang setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah.

Gus Irfan juga mengingatkan para jemaah agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan meskipun tahapan puncak haji telah selesai dilaksanakan.

“Jaga asupan makanan, minuman, serta kegiatan-kegiatan di luar. Jangan sampai kelelahan,” katanya.

Selain memastikan layanan bagi jemaah tetap optimal, Kementerian Haji dan Umrah juga mulai menyiapkan sejumlah agenda evaluasi pasca-Armuzna.

Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan layanan di Mina yang setiap tahun menghadapi tantangan kepadatan jemaah.

“Di Mina memang situasinya relatif lebih padat dibandingkan di Arafah, sehingga permasalahan menjadi lebih banyak. Selain itu jamaah juga tinggal lebih lama, sehingga masalah lebih banyak,” katanya.

Evaluasi tersebut akan mencakup berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan ibadah di Mina, mulai dari kondisi tenda, jemaah yang kehilangan arah atau terpisah dari rombongan, hingga pengaturan waktu pelaksanaan lempar jumrah di Jamarat.

Fokus berikutnya adalah sektor kesehatan. Pemerintah Arab Saudi, kata Gus Irfan, memberikan apresiasi kepada Indonesia atas keberhasilan menekan angka kematian jemaah haji secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika tahun lalu (angka kematian) sebanyak 467, maka tahun ini tidak sampai 200 sejauh ini,” ujar Gus Irfan.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pemanfaatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang dinilai belum optimal.

Selain terbentur regulasi yang tidak memperbolehkan pelayanan rawat inap, keterbatasan tenaga dokter dan perawat juga menjadi perhatian pemerintah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah tengah mengkaji kemungkinan pengembangan klinik satelit yang dapat melayani pasien rawat jalan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Kami berpikiran adanya klinik satelit (untuk rawat jalan pasien) lalu langsung ke RS. Namun ide ini akan kita matangkan lagi pasca-haji,” ujar Gus Irfan.(*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien