Menyesatkan, PBMA Kecam Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin

SERANG – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) mengecam konten tukar pasangan yang dibuat oleh Gus Samsudin. Pihaknya menyesalkan adanya konten tersebut sebagai salah satu bentuk penyimpangan pemahaman keagamaan.

“Hal ini akan mengakibatkan dampak buruk di masyarakat serta meresahkan mengingat konten tersebut bermuatan pelanggaran terhadap norma agama, susila dan budaya luhur bangsa Indonesia,” ujar Ketum PBMA, Embay Mulya Syarief dalam keterangannya, Senin, (4/3/2024).

PBMA jugs mengapresiasi kepada jajaran aparat kemanan yang berwenang yang telah bertindak cepat dan antisipatif menangani kasus ini sehingga masyarakat berangsur menjadi tentram kembali.

“Meminta aparat kemanan untuk terus menuntaskan kasus ini sampai ada kepastian hukum tetap dan memastikan setiap pelaku memperoleh hukuman setimpal,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya .eminta kepada pihak berwenang untuk menghapus konten yang terlanjur beredar serta menjadikannya sebagai konten terlarang sehingga tidak beredar lagi di masyarakat.

Embay mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk terus meningkatkan ketaqwaan dan pemahaman keagamaan sehingga terhindar dari adanya penyimpangan pemahaman yang menjurus kepada terjadinya keresahan di masyarakat.

“Mengimbau dalam suasana menjelang Ramadhan ini untuk selalu berdoa, meningkatkan ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT sehingga bangsa Indonesia diberikan keberkahan serta menjadi negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gus Samsudin membuat konten tentang tukar pasangan suami istri sekaligis diunggah di media sosial. Dalam video nampak ada lelaki yang berpakaian seperti ulama dengan sorban dan perempuan bercadar.

Di video tersebut, si lelaki mengatakan boleh hukumnya pasangan suami istri bertukar pasangan. Syaratnya, satu sama lain terdapat rasa saling suka.

Dari video tersebur, kemudian diusut oleh polisi, dan menetapkan Gus Samsudin sebagai tersangka konten video tukar pasangan. Gus Samsudin juga diketahui berperan sebagai pembuat skenario dalam video tersebut. (*/Faqih)

Polda