Peringatan Maulid Nabi PB IKA PMII: Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Peran Alumni dan Makna Rahmat Pancasila
JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) periode 2025–2030 di Sekretariat PB IKA PMII, Jalan Jaya Mandala IV, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).
Hadir untuk memberikan sambutan sekaligus ceramah di hadapan para pengurus dan alumni, Nasaruddin mengajak alumni PMII berperan aktif menyumbangkan gagasan serta pertimbangan bagi masa depan bangsa.
Ia juga berpesan agar para alumni senantiasa membimbing generasi muda yang masih aktif di organisasi.
“Saya mohon betul, jadilah seorang pemikir untuk bangsa ini. Kita berikan nasihat kepada adik-adik kita yang masih aktif di PMII. Mereka punya hak untuk bergerak, tetapi kita juga punya hak memberikan pertimbangan-pertimbangan,” ujar Nasaruddin.
Dalam ceramahnya, Nasaruddin mengaitkan sejarah kehidupan masyarakat Madinah pada era Nabi Muhammad SAW dengan upaya membangun kebersamaan di tengah kemajemukan bangsa.
Secara khusus, ia menyoroti keterkaitan antara Piagam Madinah dan dinamika sejarah perubahan Piagam Jakarta.
Nasaruddin menilai perubahan tujuh kata dalam Piagam Jakarta menjadi sila pertama Pancasila, “Ketuhanan Yang Maha Esa,” merupakan rahmat dari Allah SWT yang menjadi pondasi kokoh persatuan Indonesia.
“Seandainya Piagam Jakarta itu dipertahankan… Tapi dengan menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan saja internal umat Islam yang bisa kompak, antarumat beragama pun bisa bersatu,” tegasnya.
Menurutnya, rumusan tersebut memainkan peran vital dalam menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa di tengah keberagaman.
Usai menyampaikan tausiah, Menag Nasaruddin memimpin salat Magrib berjamaah bersama para pengurus dan alumni yang hadir sebelum meninggalkan lokasi acara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan bersama.
Menariknya, panitia memanfaatkan momen ini untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner dengan menyajikan beragam hidangan khas Nusantara, seperti Soto Kudus, Kerak Telor, Kue Putu, hingga Sate Padang.
Selain menjadi ajang refleksi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW PB IKA PMII ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaralumni sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap pelaku UMKM lokal.***

