Poros Mekah PBB Deklarasikan Dukung Prabowo-Sandi

Gerindra Nizar

JAKARTA – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) menyatakan MS Kaban mengatakan lembaganya telah memutuskan akan mendukung pasangan calon presiden sesuai ijtima ulama yang mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi di Pemilu 2019.

“Saya sebagai yang mendapat mandat di majelis syuro partai tengah konsolidasikan semua anggota majelis syuro. Bulat, sepakat, tidak ada perbedaan pendapat dukung penuh ijtima ulama. Tidak mungkin saya, majelis syuro bergeming dari itu,” kata Kaban di gedung DII, kawasan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu 2019.

Mantan Menteri Kehutanan ini menambahkan keputusan majelis syuro ini berdasarkan aspirasi kader, simpatisan hingga para caleg PBB di seluruh Indonesia. “Saya merekam aspirasi itu. Lebih dari 80 persen adalah untuk ikuti ijtima ulama,” tegasnya.

Fraksi serang

Meski begitu Kaban mengakui keputusan majelis syuro belum tentu menjadi keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang baru akan memberikan keputusan arah dukungan capres pada Rakornas di Mercure, Ancol, Jakarta besok.

Karena pengambil keputusan arah dukungan partai pada Pemilu 2019 ada pada Ketua Majelis Syuro, Ketua Umum dan Ketua Mahkamah Partai. “Secara tertulis Ketua majelis syuro sudah tegaskan. DPP mengikuti dan melaksanakan keputusan ijtima ulama,” tegasnya.

Kaban mengungkapkan para kader yang berkumpul di Gedung DII dan mendukung pasangan Prabowo-Sandi ini, mengatasnamakan poros Mekah. “Kita membulatkan tekad deklarasi poros Mekah,” katanya.

Fraksi

Sementara itu, terkait masuknya Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra ke kubu Jokowi-Ma’ruf hanya sebagai pengacara bukan sebagai ketua umum partai. Sehingga Yusril tidak bisa mengarahkan langsung PBB sebagai partai pendukung Jokowi-Ma’ruf di Pemilu 2019.

“Saya sudah banyak dialog dengan ketua umum partai. Saya tetap katakan beliau sebagai lawyer silakan. Tapi jangan bawa-bawa partai ini,” terang Kaban.

Boleh Berbeda
Mengenai kemungkinan Yusril sebagai ketua umum PBB akan membawa arah dukungan partai ke Jokowi-Ma’ruf pada Rakornas besok, menurutnya mungkin saja.

“Itu berarti di situ ada perbedaan antara majelis syuro dengan ketua umum. Nah, kita berharap perbedaan itu tidak usah jadi masalah, ini kan demokrasi, jadi dalam demokrasi itu harus dihormati perbedaan itu,” jelasnya.
Menurutnya, meski nantinya di internal PBB terdapat perbedaan pilihan dukungan politik, hal tersebut jangan sampai memecah belah partai.

“Prinsipnya kita harus menghormati perbedaan, karena kalau kita mengakui demokrasi, demokrasi itu menghormati perbedaan. Jadi yang berbeda itu jangan dianggap musuh dan yang berbeda itu jangan dia di-bully karena itu sikap. Jadi kita harus menghidupkan nuansa demokrasi dalam kehidupan berpartai,” paparnya.

Kaban memastikan sikap majelis syuro ini tidak akan berubah hingga Rakornas besok. Karena keputusan tersebut berdasarkan aspirasi dari para kader PBB di akar rumput. “Saya merekam aspirasi itu. Lebih dari 80 persen adalah untuk ikuti ijtima ulama,” tegasnya. (*/Viva)

Gerindra kuswandi