Serahkan Sertifikat Tanah, Jokowi Bolehkan Warga Utang ke Bank

JAKARTA – Presiden Joko Widodo hari ini menyerahkan sertifikat tanah kepada 3.000 masyarakat DKI Jakarta. Penyerahan dilakukan di Lapangan Sepak Bola Arcici, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Jokowi yang terlihat mengenakan pakaian putih-hitam tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Kedatangannya disambut masyarakat dengan berebut bersalaman dan berfoto.

Dalam sambutannya, Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk menyimpan sertifikatnya dengan baik yaitu dalam map tertutup. Jokowi juga berpesan agar warga selalu mempunyai salinan atau fotokopi sertifikat untuk mengantisipasi jika sertifikat hilang atau rusak.

Tak hanya itu, Jokowi juga berpesan agar masyarakat bijak dalam menggunakan sertifikatnya. Jika sertifikat itu akan digunakan untuk agunan bank, Jokowi meminta masyarakat untuk mengkalkulasinya terlebih dahulu.

Ks nu

“Biasanya diapain? Disekolahkan? Iya. Ya enggak apa-apa, ini sertifikat bisa dipakai untuk jaminan, agunan. Kenapa tidak. Tapi hati-hari kalau mau dipakai untuk agunan, tolong dihitung bisa nyicil apa enggak. Kalau enggak bisa ya enggak usah,” ungkap Jokowi di Lapangan Arcici, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Menurut Jokowi, masyarakat memang tidak dilarang untuk menggunakan sertifikat tersebut sebagai agunan. Apalagi, untuk wilayah Jakarta Pusat, harga tanah sangat tinggi sehingga warga pun bisa mendapatkan pinjaman besar dari bank. Namun, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan dana pinjaman. Jokowi pun menyarankan agar dana pinjaman tersebut bisa dijadikan modal usaha.

“Kalau dimasukkan ke bank, apalagi ini Jakarta Pusat, tanah mahal sekali. Masukkan ke bank, dapat uang 300 juta. Hati-hati, itu uang pinjaman,” ujarnya.

Jokowi pun memberikan ucapan selamat kepada warga yang telah mendapatkan sertifikasi lahan. Sebab menurutnya masih banyak warga diberbagai daerah yang belum menerima sertifikat.

“Ini (sertifikat) dijaga. Jadi nanti tidak ada lagi orang yang ngaku-ngaku. Di sini sudah jelas nama, alamat, luas, punya siapa,” tandasnya. (*/Kumparan)

Cibeber nu