Wisata Anyer

Sambut Jemaah Haji di Surabaya, Menhaj Berharap Transformasi Sosial Sepulang dari Tanah Suci

SURABAYA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyambut langsung kedatangan 375 jemaah haji kelompok terbang (kloter) SUB-56 di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur.

Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur berkat implementasi sistem pemeriksaan keimigrasian terintegrasi tanpa antrean panjang.

​Seluruh jemaah yang mendarat merupakan gabungan dari beberapa wilayah di Jawa Timur, meliputi Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang.

Kedatangan kloter SUB-56 ini menjadi momentum perdana bagi jemaah haji Debarkasi Surabaya dalam menikmati fasilitas pemeriksaan keimigrasian mutakhir yang memanfaatkan teknologi verifikasi biometrik.

​Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kedisiplinan para jemaah yang berhasil mempertahankan keutuhan rombongan hingga kembali ke tanah air.

Ia juga memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi seluruh petugas haji lintas instansi yang telah bersinergi tanpa lelah.

​”Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kedisiplinan para jemaah yang pulang dengan rombongan yang utuh. Terima kasih dan apresiasi yang besar juga kami sampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dalam memberikan layanan terbaik bagi para jemaah,” ujar Menhaj di Asrama Haji Surabaya, Selasa (16/6/2026).

​Menhaj menjelaskan bahwa proses kepulangan tahun ini mengintegrasikan inovasi Immigration Seamless Process Corridor Gate yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Melalui sistem seamless corridor ini, jemaah haji tidak perlu lagi menghadapi antrean konvensional yang menyita waktu setibanya di asrama haji.

​Teknologi ini bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan pemindaian identifikasi iris mata guna mencocokkan data perlintasan penumpang secara langsung dengan manifes penerbangan resmi.

Saat melewati pintu koridor, jemaah cukup memegang paspor masing-masing. Data biometrik mereka akan langsung terbaca dan tercatat di sistem keimigrasian tanpa perlu pembubuhan cap paspor manual secara fisik, sehingga menghadirkan proses pemeriksaan kedatangan yang jauh lebih cepat, mudah, dan nyaman.

​Menutup sambutannya, Menhaj menyampaikan harapan agar seluruh prosesi ibadah yang telah dilalui mampu mentransformasi personalitas para jemaah secara berkelanjutan.

​”Kementerian berharap para jemaah haji pulang menjadi Haji yang Mabrur dan Mabrurah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas ibadah, menguatnya jiwa sosial, serta hadirnya perilaku yang jauh lebih baik di tengah-tengah masyarakat. Transformasi positif inilah yang menjadi esensi dari visi misi Tri Sukses Kementerian Haji dan Umrah,” pungkas Menhaj.***

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien