Wisata Anyer

Tantang YouTube, Platform Cina Bilibili Incar Kreator Internasional Lewat Pasar Global

JAKARTA — Bilibili, platform berbagi video asal Cina yang kerap dijuluki sebagai YouTube-nya Cina, mulai mengincar pasar global.

Perusahaan tersebut tengah memperluas jangkauannya ke luar Tiongkok sekaligus menawarkan peluang monetisasi untuk menarik kreator internasional.

Rencana ekspansi Bilibili terungkap setelah perusahaan meluncurkan kembali aplikasi internasionalnya dan mulai mempersiapkan situs web berbahasa Inggris.

Semafor pada 20 Agustus 2026 mengabarkan bahwa Bilibili juga tengah merekrut staf di sejumlah pasar utama dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Langkah tersebut menunjukkan ambisi Bilibili untuk tidak hanya menjadi platform video terbesar di Cina, tetapi juga membangun basis pengguna dan kreator di pasar internasional.

Merekrut Kreator Barat dan Membuka Akses Pasar

Bilibili sebelumnya telah mendorong sejumlah kreator Barat untuk mengunggah konten ke platform utamanya yang menggunakan bahasa Mandarin.

Salah satu nama terbesar yang telah hadir di platform tersebut adalah Jimmy Donaldson, atau yang lebih dikenal sebagai MrBeast.

Berdasarkan laporan NDTV pada 27 Agustus 2026, MrBeast mulai mengunggah konten ke Bilibili sejak 2024 dan kini telah memiliki sekitar 8,8 juta pengikut di platform tersebut.

Semafor melaporkan bahwa Bilibili saat ini memiliki sekitar 376 juta pengguna aktif bulanan.

Dengan basis pengguna sebesar itu, perusahaan asal Cina ini berpotensi menawarkan akses kepada kreator global terhadap audiens baru yang selama ini tidak dapat mereka jangkau melalui YouTube.

Selain itu, Bilibili tengah menyiapkan situs web berbahasa Inggris sebagai bagian dari strategi ekspansi globalnya. Dalam materi yang dibagikan kepada komunitas kreator Bilibili, perusahaan menyebut versi bahasa Inggris tersebut akan segera hadir.

Bilibili juga sedang membangun marketplace yang memungkinkan kreator internasional bekerja sama dengan merek untuk membuat konten bersponsor.

Perusahaan pun mulai membangun tim internasional. Berdasarkan informasi lowongan kerja yang beredar, Bilibili mencari manajer komunitas di Los Angeles, London, Mexico City, Sao Paulo, Istanbul, dan Tokyo.

Di sisi lain, perusahaan disebut tengah membangun sistem moderasi konten global berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui tim yang berbasis di Singapura.

Aplikasi internasional Bilibili yang diperbarui juga dilaporkan tidak lagi mewajibkan pengguna melakukan verifikasi identitas dengan paspor atau dokumen resmi saat mendaftar.

Menawarkan Insentif Dolar bagi Kreator

Di tengah ekspansi tersebut, peluang mendapatkan uang dari Bilibili menjadi salah satu daya tarik utama bagi kreator global.

NDTV melaporkan bahwa Bilibili dikabarkan menawarkan bayaran hingga sekitar US$0,70 (sekitar Rp12.392) per seribu tayangan kepada kreator.

Namun, NDTV menyebut informasi insentif tersebut berasal dari unggahan akun di platform X dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Bilibili.

Dengan demikian, angka tersebut belum dapat disebut sebagai tarif resmi atau tarif tetap yang berlaku bagi seluruh kreator.

Saat ini, Bilibili memang telah memiliki sistem monetisasi bagi kreator. Perusahaan terus mempromosikan platformnya sebagai tempat bagi influencer untuk menghasilkan uang dan menjangkau pengguna internasional.

Mengenal Platform Bilibili

Bilibili merupakan platform video dan komunitas digital asal Cina yang berdiri sejak 2009. Platform ini berkembang menjadi salah satu layanan video terbesar di negara tersebut dan sering dibandingkan dengan YouTube.

Meski begitu, karakter Bilibili tidak sepenuhnya sama dengan YouTube. Platform ini secara historis memiliki basis pengguna yang kuat di kalangan anak muda Cina, khususnya untuk konten anime, gaming, budaya pop, livestreaming, hiburan, dan edukasi.

Saat ini, dengan lebih dari 370 juta pengguna aktif bulanan, basis pengguna tersebut menjadi aset utama yang ditawarkan perusahaan kepada kreator internasional.

Namun, ekspansi ke pasar global juga berarti Bilibili harus menghadapi sejumlah tantangan.

Semafor mencatat perusahaan berpotensi menghadapi persoalan terkait penyensoran, moderasi konten, serta keamanan data—isu yang sebelumnya juga menjadi tantangan besar bagi platform asal Cina lainnya seperti TikTok di Amerika Serikat.

Potensi Sumber Pendapatan di Bilibili

Bagi kreator yang tertarik, pendapatan dari Bilibili dapat diperoleh melalui beberapa jalur:

Insentif Kreator: Program monetisasi yang memberikan insentif berdasarkan performa konten. Jumlah penayangan (views) menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pendapatan.

Iklan: Pendapatan dari penayangan iklan pada konten video, serupa dengan model monetisasi yang ada di YouTube.

Livestreaming: Layanan streamer tempat kreator dapat memperoleh pendapatan dari dukungan penonton melalui hadiah virtual (virtual items).

Kerja Sama Merek: Pemanfaatan marketplace Bilibili yang menghubungkan kreator internasional dengan brand untuk pembuatan konten bersponsor.

Dengan skema tersebut, peluang mendapatkan uang di Bilibili tidak hanya bergantung pada jumlah penonton semata, melainkan dari kombinasi insentif platform, iklan, livestreaming, hadiah virtual, dan kerja sama komersial.***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien