Tinjau Hotel Terjauh di Makkah, Wamenhaj Dahnil Pastikan Fasilitas Jemaah Indonesia Terpenuhi
MAKKAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama anggota Amirul Hajj, Jusuf Hamka dan Suntana meninjau langsung fasilitas hotel bagi jemaah haji Indonesia di kawasan Aziziyah, Makkah, Selasa (19/5/2026).
Peninjauan dilakukan di Hotel Al-Hidayah Tower yang berada di Sektor 10. Lokasi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena merupakan salah satu penginapan jemaah yang memiliki jarak cukup jauh dari Masjidil Haram, yakni sekitar 12 kilometer.
“Karena memang Sektor 10 atau Al-Hidayah ini salah satu yang menjadi perhatian. Karena menjadi hotel yang paling jauh,” kata Dahnil.
Meski berada cukup jauh dari pusat ibadah, Dahnil menyebut pelayanan terhadap jemaah di hotel tersebut justru minim keluhan. Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah transportasi bus shalawat yang mengantar jemaah menuju Masjidil Haram.
“Nah ternyata, justru yang minim komplain hari ini, yang menim pengaduan, itu adalah pelayanan di Hotel Al-Hidayah ini,” kata Dahnil.
Dalam kunjungan tersebut, Dahnil memastikan berbagai fasilitas penunjang di hotel berjalan dengan baik. Ia meninjau area kantin, pusat belanja kebutuhan jemaah, hingga fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan selama masa tinggal di Makkah.
“Kalau mereka kurang dari katering, ingin jajan, lengkap. Di Al-Hidayah tadi lengkap banyak warung-warung Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, rombongan juga memeriksa fasilitas mesin cuci serta layanan klinik kesehatan yang tersedia bagi jemaah. Dahnil meminta petugas kesehatan agar lebih aktif melakukan pemantauan kondisi kesehatan jemaah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Tadi saya juga menemukan sekelompok jemaah haji mandiri. Mandiri itu artinya mereka tidak bergabung dengan KBIHU,” kata Dahnil.
Ia menegaskan seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk jemaah mandiri, tetap memperoleh pelayanan yang sama dari petugas penyelenggara ibadah haji tanpa adanya perbedaan perlakuan. (*/Red/MCH-2026)

