Koper Jemaah 8 Jam Sebelum Berangkat ke Makkah Sudah Diamankan Masuk Bus

MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 2 Madinah, intensif selalu mengedukasi mengenai barang bawaan jemaah sewaktu kedatangan maupun pendorongan.
Alhasil, setiap pendorongan jemaah hingga 17 kloter pada Sabtu (2/5/2026), semua koper berhasil masuk dan tak ada yang tertinggal.
Seperti pendorongan yang berlangsung dari Hotel Maysan Al-Harithia untuk menuju Makkah, pada Sabtu (2/5/2026) sore.
PPIH Ketua Sektor 2 Madinah, Iskandar Mahyudin, bersyukur pengaturan seluruh koper jemaah, baik besar maupun kecil, hingga kini berlangsung tertib.
“Alhamdulillah untuk koper besar maupun koper kecil semuanya masuk ke dalam bus. Tidak ada yang tertinggal,” katanya.
Keberhasilan ini didukung sosialisasi SOP kepada ketua kloter yang dilakukan sebelum keberangkatan.
Iskandar bilang, pihaknya mengundang seluruh ketua kloter.
“Kita jelaskan SOP daripada pendorongan ini termasuk tas jemaah dan jam berapa jemaah harus masuk,” jelasnya.

Tujuannya agar jemaah memahami alur persiapan, yakni 8 jam sebelum keberangkatan, barang berupa tas koper sudah di depan kamar, lalu akan diturunkan petugas, disusul bus menjemput jemaah.
Meski pendorongan ke-17 ini berjalan lancar, Iskandar tetap menitipkan imbauan penting terkait barang bawaan.
Ia mengkhawatirkan barang bawaan para jemaah akan melebihi beban muatan.
“Kita imbau kepada semua jemaah agar jangan terlalu banyak untuk berbelanja dahulu. Karena dikhawatirkan nanti tasnya akan melebihi kapasitas yang ada disiapkan oleh maskapai,” tegasnya.
Iskandar mengingatkan, kelebihan bagasi berpotensi menyulitkan jemaah saat penerbangan pulang ke Tanah Air.
Untuk itu, sweeping tas tetap dilakukan sebelum bus berangkat.
“Apabila masih ada tas yang ketinggalan, maka kita akan susulkan ke kloter berikutnya atau kita gunakan angkutan selanjutnya,” jelasnya lagi.
Adapun Sektor 2 Daker Madinah telah menerima 64 kloter sejak awal kedatangan.
Pendorongan 445 jemaah dari Hotel Maysan ini menjadi bukti disiplin jemaah dan kesiapan petugas dalam mengelola logistik haji. (*/Red/MCH-2026)


