Bencana Tanah Longsor Mulai Mengancam Daerah Pegunungan Pandeglang

PANDEGLANG – Tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Pandeglang membuat ancaman longsor di wilayah Pegunungan yakni Gunung Karang, Gunung Pulosari dan Gunung Aseupan.
Tiga gunung yang masuk dalam daerah pegunungan akarsari ini banyak mengalami penggundulan hutan.
Penelusuran tim fakta Banten dalam Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) Kabupaten Pandeglang, bencana tanah longsor di Kabupaten Pandeglang masuk dalam tujuh besar bencana yang mengancam Pandeglang, dari jumlah sepuluh potensi ancaman bencana, yakni, banjir, gempa bumi, banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan, gelombang ekstrim dan abrasi, kekeringan, tanah longsor, tsunami, letusan gunung api Pulosari, kegagalan teknologi.
Sekertaris Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pandeglang, Herawati mengatakan ancaman potensi bencana di Pandeglang cukup bervariasi.
Dari sepuluh potensi bencana, ada beberapa ancaman yang sering terjadi, diantaranya, banjir, kekeringan dan longsor.

“Ada beberapa bencana yang sudah dibuat dokumen rencana kontinjensi di Kabupaten Pandeglang ini, yakni bencana banjir, gempa dan tsunami. Sementara untuk potensi bencana tanah longsor dan lainya belum ada,” ungkap Herawati, Selasa (23/1/2024).
Dia menjelaskan, untuk bencana longsor sendiri ada beberapa kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang secara geografis berada di kawasan pegunungan, khususnya kawasan pegunungan Akarsari.
Seperti di wilayah kecamatan Cadasari, Pandeglang, Pulosari, Jiput, Mandalawangi, dan Carita.
Tidak hanya daerah pegunungan Akarsari beberapa kecamatan yang berada di wilayah perbukitan juga banyak memiliki potensi bencana Banjir.
“Pegunungan di Pandeglang kondisinya mulai kritis karena hampir hutan yang ada di pegunungan nya sudah banyak yang gundul. Banyak hutan yang rusak, sementara untuk gerakan reboisasinya sangat minim. Hal itu terlihat beberapa titik yang mengalami longsor di daerah pegunungan,” ujarnya.
Hasan Aktivis Mahasiswa Pencinta Alam Unma Banten, Hasan mengatakan ancaman bencana longsor di daerah pegunungan sudah sangat nyata. Karena kondisi gunung yang ada di Pandeglang banyak hutan di pegunungannya rusak, sudah terjamah garapan manusia, yang tadinya hutan kini digarap menjadi kebun.
“Diatas gunung sudah banyak lahan yang digarap sehingga berubah fungsinya hutan yang harusnya jadi resapan air hujan kini hilang karena berubah menjadi kebun. Sementara lahan hanya ditanami tanaman kebun yang tidak mampu menahan tanah. Kondisi ini butuh dukungan semua pihak agar hutan daerah pegunungan bisa kembali berfungsi dan mencegah tanah longsor daerah pegunungan,” pungkasnya. (*/Gus)


