GMNI Dukung Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Bos Afirmasi Dindikbud Pandeglang

PANDEGLANG – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (gmni) Kabupaten Pandeglang mendukung terhadap langkah yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang dalam pemeriksaan kasus dugaan penyimpangan bantuan pengadaan Hand Phone (HP) Tablet SMP yang berasal dari dana BOS Afirmasi dan kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang pada 2019.

Erik Setiawan salah seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Pandeglang, mendukung kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang untuk mengusut tuntas terkait dugaan pengadaan sebuah Tablet dari dan BOS Afirmasi.

“Kami meminta kepada penegak hukum untuk terus melakukan upaya pemeriksaan terkait dugaan pengadaan Tablet dari anggaran BOS Afirmasi,” katanya, Selasa, (31/8/2021)

Lanjut Erik menyampaikan, terbukti lemahnya seorang pemimpin di lingkungan Dindikbud Pandeglang, sehingga praktik penyimpangan itu terjadi di tubuh instansi Pendidikan.

“Dengan adanya pemeriksan terkait dana Afirmasi ini jelas telah merusak nama baik kelembagaan pendidikan karena telah mencontohkan perilaku yang tidak baik dengan mencerminkannya seorang yang berpendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Pandeglang TB Muhamad Afandi mengatakan bahwa Kejari Pandeglang harus terus melakukan pemeriksaan terhadap pengadaan Tablet SMP dari anggaran dana BOS Afirmasi untuk menuntaskan permasalahan tersebut

“Kejari Pandeglang harus serius untuk menuntaskan persoalan yang ada di lingkungan Dindikbud Pandeglang terkait BOS Afirmasi, dalam penanganan kasus yang sudah dilimpahkan jangan sampai publik hilang kepercayaan dan menyatakan tidak percaya kepada penegak hukum,” pungkasnya. (*/Riel)

Demokrat
Royal Juli