Ibu Hamil di Pandeglang Ditandu Akibat Jalan Rusak, Dewan Banten: Masih Seperti Zaman Kolonial.

PANDEGLANG – Seorang ibu hamil terpaksa ditandu akibat jalan yang menjadi akses utama warga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Peristiwa itu dialami Kusni, warga Kampung Kadongdong, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Pandeglang, pada Sabtu, (3/1/2024) kemarin.

Kusni terpaksa ditandu dari Kampungnya untuk melewati perkebunan dan area persawahan menuju puskesmas pembantu (Pustu) atau bidan desa setempat di Kecamatan Angsana.

Ibu hamil tersebut ditandu oleh warga dengan menggunakan bambu dan sarung. Diketahui, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya sudah ada beberapa warga sakit maupun yang hendak melahirkan terpaksa harus ditandu akibat jalan desa tak bisa diakses oleh kendaraan mobil.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Banten Dapil Pandeglang, Anda Suhanda turut prihatin.

“Untuk kasus ini selain karena Faskes di desa tersebut tidak memadai untuk menolong melahirkan, juga pasti karena akses jalan yang masih seperti zaman kolonial,” ujar Anda saat dikonfirmasi, Selasa, (6/2/2023).

Caleg DPR RI Dapil Banten I ini mengakui bila jalan di Pandeglang masih banyak yang perlu dibangun. Terutama jalan yang penanganannya memerlukan biaya tinggi.

“Seperti di Patia, Pagelaran. Karena konstur tanah sawah, ledok (kotor berlumpur),” katannya.

Ia berharap rekan kerjanya di Komisi IV DPRD Provinsi Banten mendorong supaya Pemprov Banten segera ambil alih status jalan Kabupaten Pandeglang yang masih rusak parah.

Selain itu, Anda juga mendorong Dinas Kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan, agar ibu hamil punya persiapan dalam menghadapi prosesi lahiran. (*/Faqih)