Memaknai Hari Lingkungan Hidup oleh Kepala BTNUK

PANDEGLANG – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 ini mengajak masyarakat untuk menikmati dan bertadabur dengan keasrian alam.

World Enviroment Day yang jatuh pada 5 Juni 2017 ini mengusung tema Connecting People to Nature (mendekatkan diri dengan alam).

Peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk kembali berdamai dengan alam.

“Lihat fenomena yang terjadi seperti bencana alam, seperti pertanda alam tidak mau bersahabat dengan kita,” kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK), Dr U Mamat Rahmat, Senin (5/6/2017).

Dalam momentum hari lingkungan hidup tahun ini Kepala BTNUK mengajak untuk melihat warisan dunia dan menengok kekayaan Plasma Nutfah yang dimiliki Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Kabupaten Pandeglang, Banten.

TNUK sebagai rumah terakhir Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) harus dipertahankan dan dijaga kelestariannya.

Sankyu ks

“Badak Jawa adalah spesies badak yang hanya ada satu-satunya di dunia dan hanya ada di Banten di negara lain tidak ada,” imbuhnya.

Menurut Rahmat, alam bukanlah warisan namun amanah yang dititipkan anak cucu, sehingga kita wajib untuk menjaga keutuhannya.

“Alam bukanlah warisan buat kita tapi amanah, kalau warisan biasanya bisa kita rusak, kita jual tapi amanah harus kita jaga, dan kita kembalikan ke anak cucu kita dengan utuh,” katanya

Sementara itu menurut Kepala BTNUK, sudah kodrat manusia untuk menjadi Khalifah pemakmur bumi.

“Sudah jelas dalam Al-Quran, bahwa manusia itu Khalifah yang seharusnya memakmurkan alam,” ujarnya.

Dan mendekatkan diri kembali kepada alam bisa menjadi terapi agar manusia bisa melihat fitrahnya sebagai Khalifah dan pemakmur di muka bumi ini.

“Menikmati keindahan alam harus juga memperhatikan upaya pelestariannya, agar manfaatnya bisa dirasakan sampai nanti,” pungkasnya. (*)