Program Ketahanan Pangan, PUB Pandeglang Lakukan Penyuluhan Pertanian di Desa Pesisir

PANDEGLANG – Perkumpulan Urang Banten (PUB) Kabupaten Pandeglang dan Dinas Pertanian kembali bersinergi dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Sindang Laut, sebuah desa yang berada di kawasan pesisir pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu, (17/10/2021).

Menurut Ketua PUB kabupaten Pandeglang Wawan Ridwan, kegiatan penyuluhan pertanian ini merupakan rangkaian kegiatan program ketahanan pangan yang sudah mulai digulirkan oleh PUB kabupaten sejak beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan perlu adanya sinergitas antara kelompok tani dan pemerintah daerah ini sebagai bentuk upaya pemenuhan kebutuhan pertanian di wilayah pedesaan. Karena dengan begitu kebutuhan pertanian di desa akan terpenuhi.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga menegaskan bahwa PUB akan terus bergerak dan bersinergi dengan pemerintah tidak hanya di bidang pertanian, tapi juga di bidang lainnya, di antaranya ekonomi dan juga pariwisata.

“PUB dengan menggandeng pemerintah daerah dan juga stakeholder lainnya, tidak hanya bergerak di bidang pertanian, akan tetapi tentunya menyentuh pada bidang sosial lainnya,” tandas Wawan.

Kegiatan yang langsung dikomandani oleh menteri Pertanian RI 2004-2009 sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian PUB Pusat Anton Apriyantono tersebut dipusatkan di areal pesawahan Desa Sindang Laut dan dihadiri unsur Kepala Desa, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya Anton menyebutkan bahwa sumber mata pencaharian para petani sebaiknya tidak hanya mengandalkan dari hasil panen padi semata, namun bisa ditambah dengan sumber yang lain.

“Para petani bisa menambah penghasilan semisal dengan memelihara ayam petelur sehingga menghasilkan telur setiap hari sebagai penghasilan harian, menanam sayuran sebagai lahan penghasilan mingguan dan bulanan serta memanen hasil ubi sebagai penghasilan tiga bulanan,” terang Anton.

Hal lainnya yang juga diungkap Anton mengenai bagaimana mengoptimalkan hasil pengolahan pertanian sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi misalnya dengan adanya industri pengolahan berbahan baku singkong dengan industri mocaf (tepung berbahan dasar ubi yang diolah melalui proses fermentasi).

“Mengingat melimpahnya hasil panen singkong di daerah ini, namun pemasarannya cukup sulit dan juga harganya yang rendah, diperlukan pola pengolahan yang akan menghasilkan nilai jual yang tinggi, salah satunya bisa dengan industri mocaf. Akan tetapi untuk itu dibutuhkan SDM yang handal yang sebelumnya dididik melalui pendidikan khusus yang disebut Sekolah Lapangan yang pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu dan dianggap cukup berhasil,” Anton menambahkan keterangannya.

Kedua hal tersebut tentunya disambut dengan sangat antusias oleh para petani dan sebagai hasil dari penyuluhan tersebut mereka sangat mengharapkan itu bisa terealisasi sehingga dengan begitu penghasilan mereka di bidang pertanian akan meningkat signifikan. (*/Red)