DAK Buku SD di Dindikbud Pandeglang Berpotensi Tidak Terserap

Pandeglang – Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pandeglang, mengungkapkan bahwa penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pandeglang, khususnya untuk pengadaan buku SD  berpotensi tidak akan terserap.

Pasalnya Dindikbud Pandeglang pada Rabu (23/8/2017) Kemarin, baru menyerahkan Rencana Pelaksanaan Pengadaan (RPP) untuk pengadaan Buku Sekolah Dasar yang bernilai 6 milyar lebih tersebut. Sedangkan Deadline untuk penyerapan DAK dari pemerintah pusat hanya sampai  akhir Agustus 2017.

Baca Juga : PT MMS Bantu Program Peningkatan Kualitas Guru di Kramatwatu Serang

Hal tersebut diungkapkan Kepala ULP Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat saat ditemui dikantornya, Kamis (24/8/2017).

“Dindikbud Pandeglang baru hari ini (23/8) menyerahkan RPP untuk proyek lelang pengadaan buku SD, Sedangkan deadline hanya sampai dengan akhir  Agustus ini, dan itu berpotensi tidak terserap,” ujar Asep.

Asep menjelaskan Potensi tidak terserapnya DAK di Dindikbud pandeglang khususnya untuk pengadaan buku tersebut, karena RPP yang baru diterima pihaknya  tersebut harus di evaluasi serta di kaji oleh tim dari ULP yang  membutuhkan banyak waktu.

“Untuk Pengadaan yang Normal (Selain buku) saja membutuhkan waktu satu bulan, apalagi Pengadaan buku yang jumlahnya mencapai ribuan, kalau Minggu depan (Awal September) bisa Tayang/lelang paling tidak akhir bulan September itu baru tandatangan kontrak dengan pengusaha, dan jika pemerintah pusat tidak memberikan tambahan waktu maka itu akan berpotensi tidak terserap,” bebernya. (*)

Demokrat
Royal Juli