Pemkab Pandeglang Tutup Mata, 65 Siswa Belajar di Madrasah Yang Tidak Layak

PANDEGLANG – Pemerintahan Kabupaten Pandeglang seolah menutup mata dengan kondisi pendidikan di daerah pelosok. Hal itu dibuktikan dengan adanya siswa yang berjumlah 65 harus belajar di sekolah Madrasah yang tidak layak, tepatnya di Mts Curuglanglang, Desa Curuglanglang, Kecamatan Munjul.

Tiga ruang kelas tersebut hanya terbuat dari material bambu dan kayu, dari jumlah siswa yang ada juga tidak semuanya merupakan siswa Mts Curuglanglang, tetapi ruangan madrasah yang tidak layak itu digunakan untuk belajar siswa Madrasah Diniah Awaliah (MDA).

“Jumlah tersebut keseluruhan dari semua siswa yakni Mts sebanyak 28 siswa MDA sebanyak 37 siswa. Ada tiga ruangan yang kondisinya sudah sangat parah dan tidak layak,”kata Komarudin kepala Mts Curuglanglang.

Ia menjelaskan, upaya untuk mengumpulkan anggaran atau swadaya dari warga bukan tidak dilakukan, namun mau bagimana lagi nilainya selalu tidak mencukupi untuk pembangunan. Pengajuan ke pemerintah daerah sudah beberapa kali namun hasilnya selalu nihil.

Sankyu ks

“Bukan tidak berusaha warga disni untuk membangun sekolah ini dengan swadaya, namun karena warga juga banyak kebutuhan sementara peluang penghasilanya juga minim, jangan kan untuk membangun sekolah kebutuhan sehari-hari saja  saat ini sangat sulit,” keluhnya, seraya ia berharap Pemkab Pandeglang bisa segera membantu.

Baca : http://www.faktapandeglang.com/2017/01/bangunan-madsrasah-di-kota-santri-tidak.html

Sutejo, salah seorang pendidik di sekolah tersebut sangat berharap pemerintah tidak tutup mata dengan kondisi ini. Karena dengan kondisi seperti ini pihaknya sangat kewalahan untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa, apa lagi jika musim hujan.

“Kalau hujan sekolah kerap kami liburkan, karena khawatir ambruk. Mudah-mudahan ada yang mau membantu baik pemerintah maupun swasta,” harapnya. (*)