Tumbuhkan Semangat Berwirausaha, IKA FEBI UIN Banten Gelar Sharing Business

SERANG – Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IKA FEBI) Universitas Islam Negeri “SMH” Banten menggelar kegiatan Sharing Business yang bertajuk “Strategi Membangun Bisnis di Era Industri 4.0”, dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari alumnus FEBI UIN Banten, Mujang Kurnia dan Eva Fauziah di Aula Fakultas Ekononi dan Bisnis Islam. Kamis (12/3/2020).

Acara dibuka oleh Budi Sudrajat sebagai Wakil Dekan FEBI dengan dihadiri oleh para alumni dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Mujang Kurnia yang juga sebagai Ketua Umum IKA FEBI menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan tersebut sebagai kontribusi para alumni untuk ikut serta memberikan dukungan dan motivasi menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa.

“Kita yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki tanggungjawab besar untuk bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan.

“Untuk itu, sebisa mungkin selagi kita masih menjadi mahasiswa, mulailah belajar dan terjun di dunia usaha agar terbiasa dan terbentuk mentalnya,” tambah Mujang Kurnia yang juga sebagai Direktur Media Karya Publishing.

Budi Sudrajat selaku wakil dekan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh para alumni tersebut.

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini, karenanya kami dari pihak fakultas selalu mendukung dan memfasilitasi para mahasiswa dan alumni untuk menebarkan berbagai kegiatan kebaikan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Sedangkan Eva Fauziah alumnus FEBI yang bergerak di dunia usaha banyak memberikan penjelasan dan bercerita pengalamannya sebagai pelaku usaha.

“Jika kita mau hidup mapan dan bisa memberikan manfaat kepada banyak orang, maka mulai jalankan bisnis dari sekaran,” ujarnya penuh motivasi saat menyampaikan materi.

Eva juga menambahkan bahwa bisnis yang dibangun harus memiliki nilai plus sebagai pembeda dengan yang lain.

“Alumni FEBI harus bisa menciptakan bisnis yang berbeda, yaitu memiliki nilai tambah, seperti setiap keuntungan dialokasi untuk sedekah, donasi yatim, atau korban bencana,” tambahnya. (*/Red)