Wisata Anyer

Anggaran Minim dan Pembinaan Terbatas, Jadi Kendala Prestasi Kabupaten Serang di POPDA XII Banten 2026

SERANG – Hasil perolehan medali Kontingen Kabupaten Serang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten 2026 mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Keterbatasan anggaran dan minimnya program pembinaan atlet menjadi faktor utama yang memengaruhi capaian prestasi daerah.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Serang, Pairin atau yang akrab disapa Mas Pai, mengungkapkan bahwa pada tahun ini Dispora hanya menerima anggaran sebesar Rp222 juta untuk kegiatan keolahragaan, termasuk pengiriman kontingen ke ajang POPDA XII Banten.

Menurutnya, anggaran tersebut jauh dari kebutuhan ideal untuk mendukung pembinaan atlet secara maksimal maupun membiayai seluruh kebutuhan kontingen.

“Yang jelas kendala utama kami adalah anggaran. Untuk pembinaan atlet tahun ini tidak ada anggarannya, sehingga pembinaan kami serahkan kepada masing-masing cabang olahraga. Anggaran yang tersedia hanya untuk pengiriman kontingen,” kata Pairin saat mendampingi atlit POPDA di Kabupaten Serang, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, dari total 238 atlet dan pelatih yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Serang, Dispora hanya mampu mengakomodasi sekitar 100 orang.

Sementara sisanya harus berangkat secara mandiri, termasuk menanggung biaya akomodasi dan penginapan.

“Total kontingen sekitar 238 orang, sementara yang bisa kami cover hanya sekitar 100 orang. Sisanya berangkat mandiri, termasuk biaya penginapan,” ujarnya.

Pairin menyebut kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika anggaran olahraga masih lebih besar sehingga kebutuhan atlet dan pelatih dapat terfasilitasi dengan lebih baik.

Selain faktor anggaran, regenerasi atlet juga menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Serang.

Sistem batas usia yang diterapkan pada POPDA membuat atlet-atlet berprestasi pada edisi sebelumnya tidak lagi dapat tampil karena sudah melewati batas usia yang ditentukan.

“POPDA dilaksanakan dua tahun sekali dengan ketentuan usia tertentu. Atlet yang sebelumnya meraih medali banyak yang sudah tidak memenuhi syarat, sehingga kami harus melakukan pembibitan ulang,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa cabang olahraga masih mampu menyumbangkan medali bagi Kabupaten Serang, salah satunya angkat besi yang berhasil meraih tiga medali emas.

Namun Pairin mengaku khawatir terhadap masa depan cabang olahraga tersebut apabila program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) tidak lagi berjalan.

Pasalnya, sebagian besar atlet peraih emas berasal dari program tersebut dan kini banyak yang menempuh pendidikan di Kota Serang.

“Kalau PPLP dibubarkan, sementara atlet-atlet peraih emas itu sekolahnya di Kota Serang, tentu akan menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Serang untuk mempertahankan prestasi,” katanya.

Pada POPDA XII Banten 2026, Kabupaten Serang berhasil mengumpulkan delapan medali emas, 18 medali perak, dan 31 medali perunggu. Jumlah tersebut menurun dibandingkan POPDA 2024 yang menghasilkan 15 medali emas.

“Kalau dibandingkan tahun 2024 memang terjadi penurunan. Saat itu kita meraih 15 emas, sedangkan sekarang delapan emas,” ungkap Pairin.

Untuk meningkatkan prestasi pada POPDA mendatang, Dispora Kabupaten Serang berharap adanya peningkatan dukungan anggaran, khususnya untuk program pembinaan atlet secara terpusat dan berkelanjutan.

Menurut Pairin, pembinaan ideal dilakukan minimal enam bulan sebelum pertandingan dengan jadwal latihan dua hingga tiga kali dalam sepekan agar atlet memiliki kesiapan fisik dan mental yang lebih baik saat bertanding.

“Kami berharap ke depan ada tambahan anggaran untuk pembinaan. Sebelum bertanding harus ada pemusatan latihan yang terencana. Minimal enam bulan pembinaan dengan latihan rutin setiap minggu,” katanya.

Ia juga menyoroti perbedaan anggaran olahraga antara Kabupaten Serang dengan daerah lain di Provinsi Banten. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah kabupaten dan kota lain mengalokasikan anggaran olahraga antara Rp600 juta hingga Rp700 juta.

“Dengan anggaran yang lebih besar, mereka bisa memberikan fasilitas yang lebih lengkap kepada atlet, mulai dari jaket, training, hingga sepatu. Sementara kami tahun ini hanya mampu menyediakan training saja,” pungkasnya.***

HUT Kota Serang DPMPTSP
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien