Anggota DPRD Kabupaten Serang Kritik Minimnya Fasilitas Atlet POPDA XII Banten 2026: Jangan Minta Prestasi Jika Atlet Berjuang Sendiri
SERANG – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Medi Subandi, menyoroti minimnya dukungan dan fasilitas yang diberikan kepada atlet Kabupaten Serang pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten 2026.
Kritik tersebut muncul setelah Kabupaten Serang hanya mampu finis di peringkat kedelapan klasemen akhir dengan raihan 8 medali emas, 18 perak, dan 31 perunggu.
Menurut Medi, capaian tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada para atlet.
Ia menilai rendahnya prestasi merupakan konsekuensi dari minimnya perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap proses pembinaan olahraga pelajar.
“Jangan minta prestasi kalau atlet tidak difasilitasi. Prestasi tidak turun dari langit. Medali, rekor, dan gelar juara lahir dari proses pembinaan yang panjang, dukungan anggaran yang memadai, pelatih yang berkualitas, fasilitas yang layak, serta pemenuhan kebutuhan gizi atlet,” Ujar medi, Kamis (18/6/2026).
Ia mengatakan, atlet Kabupaten Serang selama ini harus berjuang dengan berbagai keterbatasan.
“Mulai dari fasilitas latihan yang belum memadai, pembinaan yang singkat, hingga dukungan anggaran yang dinilai jauh tertinggal dibandingkan daerah lain di Banten,” ujarnya.
Medi mencontohkan cabang olahraga pencak silat yang turut dibinanya. Ia mengaku harus mengeluarkan biaya secara mandiri sejak proses seleksi hingga pemusatan latihan atlet.
“Saya mengirim atlet silat dengan modal sendiri. Dimulai dari seleksi IPSI Cup 3, kemudian pembinaan hingga pemusatan latihan. Bahkan fokus pembinaan hanya berlangsung sekitar satu bulan. Sementara kabupaten dan kota lain sudah melakukan pembinaan selama hampir satu tahun penuh dengan dukungan APBD,” ujarnya.
Tak hanya itu, Medi juga mengungkapkan keterbatasan kuota atlet yang difasilitasi pemerintah daerah. Pada POPDA XII Banten, Dispora Kabupaten Serang hanya memfasilitasi lima atlet silat, sementara pihaknya memberangkatkan total 25 atlet beserta pelatih dan ofisial dengan biaya mandiri.
“Kuota dari Dispora hanya lima atlet. Padahal kami mengirim 25 atlet ditambah pelatih dan ofisial. Sebagian besar biaya berasal dari kantong pribadi dan bantuan sponsor seperti Bank BJB serta PT LCBI. Jadi bagaimana atlet mau berprestasi maksimal jika fasilitas dan dukungan saja harus dicari sendiri,” katanya.
Medi menilai hasil POPDA XII Banten harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten Serang.
Menurutnya, jika ingin bersaing dengan daerah lain yang mendominasi klasemen, maka pola pembinaan olahraga pelajar harus diperbaiki secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kalau pemerintah daerah ingin melihat Kabupaten Serang naik peringkat dan meraih lebih banyak medali, maka investasi pada atlet harus dilakukan sejak awal. Jangan hanya menuntut hasil saat pertandingan, tetapi abaikan proses pembinaannya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada klasemen akhir POPDA XII Banten 2026, Kabupaten Serang berada di posisi kedelapan dengan raihan 8 medali emas, 18 perak, dan 31 perunggu.
Posisi puncak ditempati Kota Tangerang dengan koleksi 106 emas, 75 perak, dan 84 perunggu, disusul Kota Tangerang Selatan serta Kabupaten Tangerang.***

