Wisata Anyer

Baru Tersedia 33 Unit, DLH Kota Serang Butuh 105 Truk Angkut Sampah

SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang masih menghadapi keterbatasan armada pengangkut sampah.

Dari kebutuhan ideal sekitar 105 unit truk untuk melayani seluruh wilayah, saat ini DLH hanya memiliki sekitar 33 unit.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSL B3) DLH Kota Serang, Arief Syahrul, mengatakan keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam memperluas cakupan pelayanan persampahan di Kota Serang.

“Kalau berdasarkan kebutuhan pelayanan seluruh wilayah, idealnya sekitar 105 unit truk,” kata Arief, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Kota Serang yang mencapai sekitar 754 ribu jiwa menghasilkan timbulan sampah yang cukup besar.

Berdasarkan perhitungan DLH, timbulan sampah dari masyarakat diperkirakan mencapai lebih dari 50 ton per hari.

Namun, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cilowong jauh lebih besar, yakni berkisar 330 hingga lebih dari 400 ton per hari.

Saat ini, cakupan pelayanan persampahan di Kota Serang baru mencapai sekitar 79 persen.

Artinya, masih ada wilayah yang belum sepenuhnya mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah.

Menurut Arief, sebanyak 33 unit truk yang dimiliki DLH harus melayani 67 kelurahan di enam kecamatan.

Armada tersebut juga lebih banyak terserap untuk melayani wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya.

“Armada yang ada harus dibagi untuk melayani seluruh wilayah, termasuk Kasemen, Curug, Walantaka dan wilayah lainnya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan, DLH Kota Serang membutuhkan tambahan sarana dan prasarana, terutama armada truk serta kendaraan pengangkut sampah di tingkat lingkungan.

Selain penambahan armada, DLH juga menyiapkan pembangunan depo sampah.

Keberadaan depo tersebut diharapkan dapat mengurangi titik-titik pembuangan sampah liar sekaligus memperkuat pengawasan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Rencananya, terdapat enam titik depo sampah yang akan dibangun. Beberapa lokasi yang tengah didorong antara lain Umbul Tengah, Parung, Penancangan, Walantaka dan Curug.

Namun, pembangunan depo tersebut masih dalam tahap koordinasi. DLH perlu memastikan status aset lahan serta memenuhi persetujuan lingkungan sebelum pembangunan dapat direalisasikan.

Arief menegaskan, peningkatan sarana dan prasarana persampahan menjadi bagian penting untuk memperluas cakupan pelayanan sekaligus meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Serang.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien