Diikuti 12.000 Peserta, Menko Airlangga Hartarto Resmikan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di BBPVP Serang
SERANG — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Gubernur Banten meresmikan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026).
Peluncuran pelatihan vokasi tersebut diikuti sekitar 12.000 peserta dari berbagai BBPVP di Indonesia secara daring.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelatihan vokasi nasional merupakan salah satu program strategis pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
“Baru saja kami meluncurkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4. Ini merupakan program strategis nasional dan juga merupakan arahan Bapak Presiden,” ujar Airlangga.
Menurutnya, pemerintah menargetkan program pelatihan vokasi dapat menjangkau sekitar 220.000 peserta setiap tahun. Target tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Airlangga juga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi dan ketenagakerjaan yang menunjukkan perkembangan positif.
Realisasi investasi disebut telah mencapai lebih dari Rp1.001 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 7,2 persen.
Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka tercatat menurun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen. Sementara itu, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan dari sekitar 59 juta menjadi 60 juta orang pada periode Februari-Maret.
Airlangga menambahkan, perkembangan sektor digital menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang dalam penyiapan tenaga kerja. Pada 2025-2026, kebutuhan talenta digital diperkirakan mencapai sekitar 406.000 orang per tahun.
“Program vokasi ini merupakan program penting untuk reskilling, apalagi dengan adanya revolusi industri mulai dari 4.0, digitalisasi, dan yang terakhir dengan artificial intelligence,” katanya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menegaskan bahwa peserta pelatihan vokasi yang telah menyelesaikan program di berbagai balai pelatihan pada dasarnya telah ditunggu oleh dunia industri.
Menurut Yassierli, kebutuhan tenaga kerja terampil di industri masih jauh lebih besar dibandingkan jumlah peserta yang dapat dilatih melalui program vokasi pemerintah.
“Dari hasil pelatihan balai sudah ditunggu oleh industri,” ujar Yassierli.
Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan vokasi saat ini masih relatif kecil apabila dibandingkan dengan kebutuhan tenaga kerja terampil yang diperlukan industri.
Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, proses seleksi dilakukan secara ketat. Dari sekitar 30.000 orang yang mendaftar, sebanyak 12.000 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan.
“Yang daftar ini sudah diseleksi dari 30.000. Yang diterima pelatihan vokasi Batch 4 Indonesia ini 12.000 peserta. Jadi ini adalah pelatihan kepada mereka yang terbaik,” jelasnya.
Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara lembaga pelatihan dengan kebutuhan industri.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, pemerintah mendorong pelatihan vokasi agar terus beradaptasi, termasuk dengan kebutuhan sektor digital dan penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompeten, adaptif, dan siap terserap di dunia industri sekaligus mendukung peningkatan produktivitas serta daya saing ekonomi nasional dan Global. ***


