Wisata Anyer

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata, Okupansi Hotel Anyer-Cinangka Turun 80 Persen

SERANG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) turut memberikan dampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Serang, Banten. Kunjungan wisatawan ke kawasan Anyer dan Cinangka dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan jumlah wisatawan tersebut ikut memengaruhi tingkat keterisian kamar hotel di kawasan wisata pantai tersebut. Dinas Pariwisata Kabupaten Serang memperkirakan okupansi hotel di Anyer dan Cinangka turun hingga sekitar 80 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan terjadi cukup signifikan setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian masyarakat.

“Memang minggu-minggu kemarin ada penurunan kunjungan. Lumayan, cukup drastis juga penurunannya,” kata Anas kepada ekbisbanten.com, Jumat (18/9/2026).

Menurut Anas, kekhawatiran wisatawan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk informasi mengenai potensi sebaran abu vulkanik, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata ke Anyer dan Cinangka.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa lokasi wisata Anyer dan Cinangka masih berada cukup jauh dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Jaraknya jauh, dari kawah ke Anyer itu 40 kilometer lebih,” ujarnya.

Anas menjelaskan, kawasan yang berada dalam radius siaga Gunung Anak Krakatau berada sekitar tiga kilometer dari kawah. Dengan demikian, kawasan Anyer dan Cinangka tidak berada di dalam radius tersebut.

“Sedangkan yang masuk siaga itu tiga kilometer dari kawasan kawah gunung. Jadi untuk Anyer sendiri sebetulnya masih jauh,” katanya.

Meski jaraknya cukup jauh, Dinas Pariwisata Kabupaten Serang tetap mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber informasi resmi.

Dinas Pariwisata juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang serta instansi terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dapat disampaikan kepada masyarakat secara akurat.

“Kita sudah bekerja sama dengan BPBD. Informasi tetap harus waspada, tetapi informasi yang kita sampaikan harus berdasarkan berita resmi,” jelas Anas.

Anas meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang beredar tanpa sumber yang jelas.

Menurutnya, informasi terkait aktivitas gunung api maupun potensi dampaknya sebaiknya mengacu pada keterangan lembaga yang memiliki kewenangan, seperti BMKG dan BPBD Kabupaten Serang.

“Kami berharap pemberitaan dan informasi bisa dilihat dari berita resmi, dari BMKG, dari BPBD Kabupaten Serang. Kita selalu hadirkan berita-berita yang ter-update,” tuturnya.

Ia berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda sehingga kondisi pariwisata di Anyer dan Cinangka kembali normal.

Informasi yang akurat juga diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata pantai Kabupaten Serang.

“Mudah-mudahan dengan informasi yang akurat, masyarakat bisa kembali berkunjung ke Anyer,” kata Anas.

Selain memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kondisi darurat.

Sejumlah jalur evakuasi dan lokasi aman telah disiapkan sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan.

“Intinya jalur-jalur evakuasi mungkin sudah disiapkan, tempat-tempat aman juga sudah disiapkan,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien