Wisata Anyer

Dindikbud Kabupaten Serang Targetkan Regrouping Sekolah dan Pembangunan SD Impres Cikeusal pada 2026

 

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang menargetkan penataan besar-besaran sekolah dasar (SD) pada tahun 2026 melalui program regrouping atau merger sekolah, penutupan sekolah tidak efektif, hingga pembangunan sekolah baru.

Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nassar, mengatakan saat ini terdapat sekitar 707 SD negeri di Kabupaten Serang yang menjadi fokus pembenahan pemerintah daerah.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan beberapa kegiatan strategis di bidang SD, mulai dari penutupan sekolah yang tidak efektif, pendirian sekolah baru, hingga regrouping sekolah,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Salah satu kebijakan yang tengah diproses adalah penutupan SD Negeri Gunung Sari II yang kini memasuki tahap penyusunan permohonan Surat Keputusan (SK).

Selain itu, Dindikbud juga sedang menyiapkan pendirian SD Negeri Cikande Permai II yang ditargetkan segera memperoleh SK sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Menurut Abidin, pendirian sekolah baru di Cikande Permai menjadi kebutuhan mendesak karena jumlah penduduk di kawasan tersebut telah mencapai hampir 15 ribu jiwa dengan jumlah siswa SD lebih dari 900 orang.

“Pengembangan sekolah lama sudah tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan, sehingga perlu pemekaran sekolah agar pelayanan pendidikan lebih optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah baru tersebut nantinya tidak hanya melayani warga Cikande Permai, tetapi juga masyarakat Desa Cikande hingga wilayah perbatasan Kecamatan Pamarayan.
Di sisi lain, pembangunan SD Impres Cikeusal juga menjadi prioritas utama tahun 2026.

Proses pembangunan kini tinggal menunggu pelaksanaan fisik setelah tahapan administrasi dan pembayaran selesai.

“Fokus kami tahun ini ada tiga, pembangunan SD Impres Cikeusal, penutupan SD Gunung Sari II, serta penegerian SD Cikande Permai,” katanya.

Dindikbud Kabupaten Serang juga mulai mengimplementasikan program regrouping sekolah atau merger bagi SD yang berada dalam satu lokasi atau satu pintu.

Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran, pemerataan fasilitas pendidikan, serta mengatasi kekurangan guru di sejumlah wilayah.

“Sasaran kami sekolah yang satu hamparan dan satu pintu. Dengan merger, pengelolaan anggaran lebih efektif dan kualitas pendidikan bisa lebih terfokus,” ungkap Abidin.

Regrouping sekolah akan dilakukan secara bertahap setelah melalui identifikasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta komite sekolah.

Beberapa kecamatan yang masuk tahap identifikasi di antaranya Kragilan, Baros, Bojonegara, dan Pulo Ampel.

Selain merger, Dindikbud juga berencana melakukan penyesuaian nama sekolah sesuai wilayah desa dan kecamatan agar administrasi pendidikan lebih tertata.

“Penamaan sekolah akan disesuaikan dengan alamat desa supaya tidak terjadi lagi sekolah Kabupaten Serang yang secara nama terkesan masuk wilayah lain,” katanya.

Abidin menegaskan, berbagai program tersebut sebenarnya telah lama direncanakan, namun baru akan dieksekusi secara serius pada 2026 sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Serang. ***

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien