Wisata Anyer

Ibu di Pontang Tewas Usai Tagih Utang, Polisi Didesak Tetapkan Tersangka

HUT RI PT PCM – KPP

SERANG – Keluarga seorang ibu berinisial A, warga Kampung Kepaksaan, Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas, mendesak aparat kepolisian untuk segera menetapkan tersangka.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Erif Fahmi dari kantor hukum “SMR & Rekan” selaku kuasa hukum keluarga korban.

Desakan ini mencuat menyusul laporan yang telah dilayangkan pihak keluarga ke Polres Serang.

​“Laporan sudah dilayangkan keluarga korban pada 20 Mei 2026. Kami berharap dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan, polisi bisa segera menetapkan tersangkanya,” terang Erif, Selasa (9/6/2026).

​Erif menjelaskan, kasus tragis ini bermula ketika korban ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di pekarangan rumah terduga pelaku pada Senin, 18 Mei 2026.

​Berdasarkan keterangan saksi dari pihak keluarga, korban dan terduga pelaku sebelumnya terlibat urusan utang-piutang terkait gadai mobil yang terjadi sejak tahun 2018.

HUT RI Pramuka Sankyu
  • Tahun 2018: Suami terduga pelaku menggadaikan mobil kepada korban senilai Rp50 juta.
  • Beberapa Bulan Kemudian: Suami terduga pelaku membujuk korban agar bersedia menyewakan kembali mobil tersebut kepadanya dengan iming-iming biaya sewa Rp5 juta per bulan.
  • Realisasi Janji: Pembayaran sewa hanya lancar di awal. Setelah mobil dibawa, uang sewa tidak pernah dibayarkan lagi dan keberadaan mobil pun tidak diketahui.

​”Sejak tahun 2019 sampai sekarang, korban terus berupaya menagih uangnya dengan mendatangi rumah suami terduga pelaku,” ungkap Erif.

​Pada hari kejadian, yakni 18 Mei 2026, korban datang seorang diri ke rumah terduga pelaku.

Saksi di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara keributan dari dalam rumah tersebut. Tak lama kemudian, korban ditemukan sudah tergeletak di pekarangan.

​”Ada keterangan saksi yang mengungkap bahwa saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ketika siuman, korban duduk muntah-muntah dengan kondisi kepala bagian belakang berdarah,” jelas Erif.

​Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

​Erif menegaskan, pihak kepolisian yang telah memeriksa banyak saksi seharusnya sudah memiliki gambaran jelas mengenai siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian korban.***

HUT RI Dindikbud – Disporapar
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien