Kertas Berisi Pesan Teror Kok Nyebar di Medsos, Ada Oknum Polisi Langgar SOP?

Gerindra Nizar

SERANG – Senin 26 Juni 2017, personel Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Serang Kota menemukan dua lembar kertas berisi pesan teror yang diselipkan di wiper mobil patroli yang terparkir di Pos Polisi Alun-alun Timur Kota Serang.

Namun tidak lama kemudian, entah bermula dari siapa, pesan teror ini ternyata langsung tersebar melalui media sosial. Padahal isi pesan dari dua lembar kertas tersebut cukup mengkhawatirkan, yakni mengenai skema rencana aksi teror di beberapa titik di Kota Serang.

Dari broadcast yang menyebar di grup-grup BBM, Whatsapp dan Facebook itu, diketahui sejumlah oknum polisi turut menyebarkan gambar pesan teror tersebut, bahkan ada juga pesan screenshot tentang komunikasi internal grup Satlantas Kepolisian Polres Serang Kota yang juga turut menyebar di medsos, sehingga makin membuat resah masyarakat.

Fraksi serang

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, mengaku menyesalkan adanya penyebaran info teror tersebut di medsos.

Bahkan AKBP Zaenudin menegaskan bahwa penyebaran pesan teror ke khalayak umum merupakan tindakan yang melanggar SOP (standar operasional prosedur) Kepolisian.

“Seharusnya, informasi ini tidak dulu menyebar karena akan membuat masyarakat menjadi resah, apalagi jika memang yang menyebarkan itu dari pihak kepolisian sudah jelas menyalahi aturan. Karena yang berhak memberi informasi terkait surat tersebut, yaitu Kapolres, Kabid Humas, Kapolda,” tegas AKBP Zaenudin.

Sementara terkait informasi yang telah beredar tentang pesan teror yang ditujukan kepada kepolisian dan beberapa tempat di Kota Serang yang jadi target operasi, AKBP Zaenudin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melanjutkan penyebaran pesan teror itu di media sosial.

“Kita akan terus lakukan penyelidikan lebih lanjut dan masyarakat kita himbau agar tetap tenang dengan adanya pemberitaan tersebut,” ungkap Zaenudin.

Fraksi

AKBP Zaenudin juga berharap agar masyarakat juga selalu waspada dan bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian, untuk menjaga keamanan lingkungan.

Sementara Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin, membenarkan bahwa anak buahnya yang pertama kali menemukan kertas teror tersebut

Namun saat ditanya kenapa pesan teror itu bisa menyebar di medsos, padahal yang pertama kali menemukan adalah personel polisi, Kapolres mengaku tidak tahu akan hal tersebut.

“Bisa jadi (yang pertama kali menyebarkan) keluarga polisi, teman polisi atau siapa aja. Era saat ini sulit untuk menutup informasi atau berita,” tegas Kapolres singkat melalui pesan WhatsApp.
Adapun isi lengkap tulisan pada kertas teror itu, sebagai berikut :

1. Kami berbaiat pada Abu Bakar Al-Bagdadi bukan Jokowi.

2. Kami buka anti NKRI tapi kami jijik dengan berhala yang disebut Demokrasi.

3. Hai orang-orang yang beriman tolonglah agama Allah niscaya Allah akan meneguhkan kedudukanmu (Q.S.T).

4. Tercantum juga sejumlah lokasi sasaran sebagai berikut :
a. Kantor Pos
b. Gereja HKBP.
c. Gedung Juang
d. KP3B.
e. Polsek.
f. Bank BNI
g. Bank BRI
h. Royal.

5. Diselembaran terdapat denah/peta Poslantas yang akan dijadikan sasaran teror dan bertuliskan “Siapkan dirimu Polisi Thogut kami akan datang Marawai Filipina  selanjutnya adalah Indonesia.” (*)

Gerindra kuswandi