Kota Serang Berduka, Mantan Walikota H. Syafrudin Tutup Usia
SERANG – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Serang. Mantan Wali Kota Serang periode 2018–2023, H. Syafrudin, S.Sos., M.Si., meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Sari Asih setelah menjalani perawatan intensif.
Kepergian sosok yang dikenal sebagai tokoh pembangunan dan birokrat senior tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta seluruh masyarakat Kota Serang.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan yang mengenang dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin daerah.
Almarhum Syafrudin menjabat sebagai Walikota Serang sejak Desember 2018 hingga Desember 2023. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal aktif mendorong pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar, kondisi kesehatan almarhum mulai menurun beberapa hari sebelum meninggal dunia.
Awalnya, ia mengeluhkan gangguan pada tenggorokan. Namun, kondisi tersebut kemudian berkembang hingga menyebabkan tubuhnya melemah. Almarhum juga diduga mengalami stroke sebelum akhirnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun rumah sakit terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum.
Meski demikian, kabar wafatnya Syafrudin telah menyebar luas melalui media sosial dan pesan berantai, memicu ungkapan duka dari berbagai pihak.
Semasa hidupnya, Syafrudin dikenal sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan dekat dengan masyarakat. Ia juga dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap aspirasi warga serta pembangunan Kota Serang.
“Kita kehilangan sosok pemimpin yang telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan Kota Serang. Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kahfi, warga Kota Serang.
Kepergian H. Syafrudin menjadi kehilangan besar bagi Kota Serang. Jasa dan pengabdiannya selama memimpin daerah akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan kota tersebut. ***

