Libur Sekolah, DAMRI Serang Tambah Armada ke Destinasi Wisata, Penumpang Naik 30 Persen
SERANG – Perum DAMRI Cabang Serang menambah armada cadangan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama musim libur sekolah.
Lonjakan penumpang paling banyak terjadi pada rute menuju kawasan wisata di Banten, seperti Sawarna, Ujung Kulon, Baduy, Anyer, dan Carita.
General Manager DAMRI Serang, Maman Suparman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah armada cadangan untuk melayani tingginya permintaan masyarakat selama libur sekolah.
“Memasuki musim liburan anak sekolah, kami memang menyiapkan beberapa armada cadangan. Terutama untuk jalur-jalur wisata yang mengalami peningkatan penumpang,” kata Maman, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, rute menuju Sawarna, Ujung Kulon, Baduy, Anyer, hingga Carita menjadi tujuan favorit masyarakat selama masa liburan.
Pada rute AKDP, jumlah perjalanan yang biasanya sekitar enam kali per hari meningkat menjadi delapan hingga sepuluh perjalanan, terutama saat akhir pekan.
Menurutnya, secara keseluruhan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa. Meski demikian, peningkatan tersebut belum sebesar musim liburan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan hari biasa, kenaikannya sekitar 30 persen. Memang tidak setinggi liburan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang, DAMRI mengoperasikan armada berpendingin udara (AC) dengan berbagai tipe, mulai dari bus kecil, bus medium, hingga bus besar sesuai kebutuhan di masing-masing rute.
Maman menegaskan, hingga saat ini DAMRI belum memberikan program diskon tarif khusus selama libur sekolah. Namun tarif yang diberlakukan dinilai tetap terjangkau.
Tarif perjalanan dari Rangkasbitung menuju Ujung Kulon dipatok Rp50 ribu. Sementara rute Serang–Anyer–Carita hingga Labuan juga dikenakan tarif Rp50 ribu.
Untuk tujuan Ciboleger (Baduy) tarifnya Rp25 ribu, sedangkan rute Serang–Sawarna sebesar Rp70 ribu dan dari Rangkasbitung ke Sawarna Rp60 ribu.
“Kami belum ada promo khusus, tetapi tarif yang berlaku masih sangat terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, untuk rute Anyer dan Carita, DAMRI masih memiliki keterbatasan armada.
Saat ini hanya tersedia dua unit kendaraan berkapasitas 14 penumpang sehingga ketika terjadi lonjakan penumpang, sebagian calon penumpang belum dapat terlayani.
Adapun untuk wilayah Banten Selatan, DAMRI telah menyiapkan tiga unit bus besar yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu, terutama untuk mengantisipasi peningkatan penumpang menuju kawasan Malimping, Cikotok, dan sekitarnya.
Pada akhir pekan, DAMRI juga menambah armada cadangan sebanyak empat hingga enam unit.
Menurut Maman, hampir seluruh armada tambahan tersebut habis terjual.
Selain itu, program pembelian tiket secara daring melalui aplikasi DAMRI dan sistem pembayaran non-tunai terus didorong untuk memudahkan masyarakat membeli tiket sekaligus mengurangi praktik percaloan.
“Kami arahkan masyarakat agar mulai membeli tiket secara online. Memang saat ini masih berproses karena belum semua masyarakat terbiasa menggunakan sistem tersebut,” tutup Maman.***

