Mobil Pelayanan Bank Banten Berplat B, Pajaknya Nggak Masuk Daerah?

Dprd ied

SERANG – Bank Banten adalah lembaga keuangan yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Perbankan ini merupakan akuisisi dari Bank Pundi pada 2016 dan diharapkan menjadi lembaga keuangan yang mampu mendukung fiskal Provinsi Banten.

Bank Banten juga secara resmi menjadi kas daerah Provinsi Banten.

Namun sangat disayangkan, sebagai bank daerah, Bank Banten ternyata tidak selalu mendukung terhadap keuangan daerah.

Hal kecil yang terlihat dan menjadi sorotan adalah, penggunaan mobil pelayanan yang berplat nomor “B” dengan kode seri Jakarta Selatan.

Melihat penomena tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Banten turut berkomentar.

Menurut Ketua IMM Banten, M Asep Rahmatullah, hal tersebut menurutnya malah membuat citra buruk terhadap Bank Banten yang seharusnya menjadi salah satu penopang keuangan daerah.

“Perilaku tersebut sangat ceroboh dan sangat gegabah. Sangat disayangkan kalau Pemprov Banten atau dinas lembaga pemerintah yang mengatur kendaraan itu tidak mengetahui mobil kendaraan operasional plat B milik Bank Banten. Maka pemerintah harus sadar dan tanggap akan hal itu,” ujarnya kepada faktabanten.co.id, Senin (7/5/2018).

dprd tangsel

Ia berharap hal tersebut segera ditindaklanjuti, sehingga pajak dari kendaraan tersebut bisa masuk ke dalam kas daerah.

“Kendaraan tersebut secepatnya dirubah dari plat B ke plat A. Dan nantinya pajak kendaraan mobil tersebut masuk kepada kas keuangan daerah, yang akhirnya uang tersebut bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Banten,” pungkasnya.

Kecaman serupa juga diungkapkan Angga Wijaya, Ketua OKP Pelajar Islam Indonesia (PII) Banten.

Ia menilai, kinerja pelayanan Bank Banten ini merupakan cerminan dari ketidak pedulian jajaran direksi dan komisaris terhadap pembangunan daerah.

“Jangan kan kebijakan makro, hal-hal besar, dari hal terkecil saja tidak pro dengan pembangunan daerah, ini sangat disayangkan,” ujar Angga.

Angga meminta Pemprov Banten sebagai pemegang saham Bank Banten harus mengevaluasi penuh para pengurus perseroan, agar program dan kebijakan Bank daerah ini bisa menggerakkan ekonomi rakyat bawah.

“Bank Banten ini terbentuk untuk mendorong perekonomian Banten agar lebih hidup, kebijakannya harus lebih pro terhadap ekonomi kerakyatan dan juga fokus pembinaan daerah di Banten,” ujar pemuda asal Pandeglang ini. (*/Yosep)

Golkat ied