PAN Kabupaten Serang Targetkan 10 Kursi DPRD di Pemilu 2029, Mesin Politik Mulai Dipanaskan
SERANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Serang mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.
Partai berlambang matahari itu menargetkan perolehan 10 kursi DPRD Kabupaten Serang pada pemilu mendatang.
Target tersebut disampaikan Ketua DPD PAN Kabupaten Serang Ishak Sidik usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN dari 29 kecamatan se-Kabupaten Serang.
Ishak mengatakan, untuk mencapai target tersebut, PAN Kabupaten Serang saat ini tengah memperkuat dan melengkapi struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
“2029 target kita sedang melengkapi seluruh struktur sampai di tingkat DPR RI. DPR RI itu tingkat desa dan tingkat rayon. Rayon itu adalah tingkat RW,” ujar Ishak, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, penguatan struktur menjadi salah satu strategi utama PAN Kabupaten Serang untuk menghadapi Pemilu 2029.
Selain struktur organisasi, PAN juga menyiapkan kader-kader yang dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat.
Dengan sumber daya dan kader yang dimiliki, Ishak optimistis PAN dapat meningkatkan perolehan kursi sekaligus menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Serang.
“Dengan segala sumber daya yang kami miliki, kader-kader yang memang bisa sangat dekat dengan masyarakat dan bersedia turun di masyarakat, membantu masyarakat, saya kira tidak ada yang tidak mungkin. Kita akan menjadi pemenang di 2029,” katanya.
Ishak menegaskan target 10 kursi DPRD Kabupaten Serang akan diperjuangkan melalui target perolehan dua kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).
PAN Kabupaten Serang sebelumnya memperoleh empat kursi DPRD. Untuk Pemilu 2029, partai tersebut menargetkan peningkatan signifikan, termasuk merebut kursi di dapil yang sebelumnya belum berhasil mendapatkan perwakilan.
“Per dapil dua kursi. Kita siapkan semua kader-kader kita dengan berbagai macam program yang ada di kita untuk mendekati masyarakat, bantu masyarakat, bantu rakyat. Saya kira itu adalah upaya kita,” ujarnya.
Ishak mengatakan, dapil yang sebelumnya belum mendapatkan kursi juga menjadi perhatian khusus.
“Yang kosong itu harus dapat dua dan yang dapil satu itu harus dua yang nanti untuk 2029. Jadi peningkatan kursi sudah barang pasti,” tegasnya.
Selain mengejar target kursi DPRD pada Pemilu 2029, Ishak menyebut perolehan kursi tersebut juga menjadi bagian dari strategi politik PAN menghadapi Pilkada Kabupaten Serang 2030.
Menurutnya, peningkatan jumlah kursi DPRD akan menjadi modal politik bagi PAN untuk mengusung kembali kadernya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
“Kita akan mengamankan untuk mengusung bupati kembali di 2030. Insyaallah bupati kita nanti PAN,” katanya.
Ishak menekankan, strategi memenangkan Pemilu 2029 tidak hanya mengandalkan struktur partai. Kader PAN juga dituntut aktif turun langsung membantu masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah kader PAN yang telah terlibat membantu masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah Dapil I seperti Tirtayasa dan Tanara.
“Kita bikin struktur yang bagus. Struktur yang bagus yang bisa dekat dengan masyarakat, yang pergerakannya selalu membantu masyarakat seperti yang sekarang ini kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Ishak, kepedulian terhadap persoalan masyarakat harus menjadi karakter kader PAN. Karena itu, para kader terus didorong agar memiliki perhatian yang lebih tinggi terhadap kebutuhan warga.
“Kita mengerti betul kesulitan masyarakat. Saya kira itulah upaya kita. Karena kader-kader yang ada ini kita cetak supaya rasa perhatiannya ke masyarakat itu lebih tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ishak juga mengungkapkan adanya sejumlah tokoh dan kader dari partai politik lain yang bergabung ke PAN Kabupaten Serang.
Ia menyebut sekitar 10 hingga 15 orang telah bergabung, termasuk sejumlah mantan calon legislatif dari beberapa partai.
“Ada juga yang pernah nyalon dari Gerindra, ada yang pernah nyalon dari PBB, Berkarya, Hanura, banyaklah,” ungkapnya.
Ishak menilai bergabungnya sejumlah tokoh tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi PAN Kabupaten Serang menuju Pemilu 2029.
Menurutnya, para tokoh yang bergabung bukanlah orang sembarangan. Sebagian di antaranya pernah memperoleh suara cukup tinggi saat mengikuti kontestasi legislatif sebelumnya.
“Dengan bergabungnya, dia memang orang hebat-hebat juga. Bukan berarti dia enggak duduk di DPR karena kalah, tapi suaranya di beberapa pencalegan itu cukup tinggi. Memang sepertinya belum saatnya saja,” katanya.
Selain penguatan struktur dan kaderisasi, Ishak juga meminta kader PAN aktif di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi palsu semakin mudah, termasuk konten yang dibuat menggunakan artificial intelligence (AI).
Ia mengingatkan kader agar tidak hanya aktif menyampaikan informasi, tetapi juga ikut meluruskan informasi yang tidak benar dan berpotensi menjadi fitnah.
“Kalau kita enggak aktif juga mengawasi di media-media sosial, kita banyak isu yang enggak benar. Banyak buatan-buatan AI yang itu tidak pernah kita lakukan,” ujarnya.
Ishak meminta kader PAN tidak membalas fitnah dengan fitnah. Sebaliknya, kader harus memberikan klarifikasi dan meluruskan informasi yang keliru.
“Kader-kader PAN harus bisa menghantari itu, harus bisa meluruskan. Jadi jangan bikin fitnah, tapi meluruskan hal-hal yang memang itu menjadi fitnah,” tegasnya.
Ia mengatakan sejumlah elite partai juga pernah menjadi sasaran informasi palsu di media sosial, termasuk pernyataan yang seolah-olah pernah disampaikan padahal tidak pernah diucapkan.
“Makanya itulah kader-kader kita semua harus bela itu, meluruskan,” pungkas Ishak.***

