Pemprov Banten Akan Bangun Baitul Qur’an

SERANG – Pemerintah provinsi Banten menyiapkan lahan seluas 4.2 hektar di kawasan Banten lama untuk dijadikan Pusat kajian Al-Quran . Nantinya pusat kajian ini akan diintegrasikan dalam mendukung wisata ziarah di kawasan tersebut. Ketua Hari Lembaga Pengembangan Tilatil Quraán (LPTQ) Provinsi Banten, Syibli Syarjaya mengatakan, rencana pendirian pusat kajian Al-Qurán di kawasan Surosowan Banten Lama merupakan respon dari keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang ingin menjadikan Banten berakhlaqul karimah. Melalui pendirian Pusat kajian itu diharapkan akan mampu mewujudkan keinginan tersebut.

“Program pertama di tahun pertama Gubernur memimpin adalah merevitalisasi wajah Banten lama, dan Alhamdulillah berjalan dengan sangat baik. Setelah sukses dengan itu, dalam berbagai event Gubernur selalu melontarkan sebuah gagasan untuk  revitalisasi membangun sebuah baitul quran. Dan langkah yang perlu dilakukan adalah salah satunya melalui curah pendapat melalui FGD, untuk menentukan sosok Baitul Al-qur’an itu,”papar Syibli”.

Apalai lanjut Sybli paska revitalisasi Banten lama yang sudah mulai terlihat, maka perlu sarana pendukung untuk membumikan Kawasan Banten lama. Sehingga provinsi Banten akan menjadi pusat perhatian warga dari daerah lain.

“Oleh karena itu, semua yang hadir bisa memberikan masukan yang baik terhadap ide ini agar hasilnya benar-benar maksimal untuk kemaslahatan umat,”ujar Syibli.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Perumahan rakyat provinsi Banten, Muhamad Yanuar mengakui pihaknya diminta untuk membuat destail engginering design untuk pembangunan pusat kajian Al-Quran di kawasan Banten lama. Nantinya lahan yang sudah dibebaskan oleh pemprov akan dioptimalkan untuk mendukung destinasi Banten lama.

Ks nu

“Pa Gubernur sudah membebaskan, ada 4 hektar dekat Keraton Surosowan. Nanti DED tahun ini kita selesaikan,” kata Yanuar.

Secara terintegrasi, lanjut Yanuar pihaknya masih mengumpulkan data dari masukan berbagai pihak untuk membangun pusat kajian al-qurán tersebut. Sehingga pembangunan kawasan itu tidak hanya menjadi pusat kajian keagamaan, melainkan juga bisa mampu mendorong peningkatan ekonomi bagi warga setempat.

“Kami masih menunggu masukan dari berbagai pihak, karena program ini butuh kontribusi pemikiran dari semua pihak,” tandasnya.

Korpres MW KAHMI Banten, Udin Saparudin dalam diaolog tersebut menyoroti kesepahaman untuk membangun Baetul Quran adalah langkah maju pasca keberhasilan revitalisasi pembangunan Kawasan Keraton Kesulthanan Banten sebagai  sebagai bukti kekompakan antara Pemprov Banten, Kenadziran, Lembaga pemangku adat Kesulthanan Banten dan para tokoh-tokoh sepuh Banten termasuk para Akademisi.

“Hal ini sesuai dengan cita-cita perjuangan para pendiri provinsi Banten. Ini semangat kebersamaan semua pihak tentu harus ada payung hukum bisa Pergub atau perda yang kemudian anggaran APBD  harus disiapkan terukur secara propesional paling tidak utntuk memulai disesuaikan yang tersedia dan bisa ditindaklanjuti APBD perubahan,”katanya.

“Baetul Quran ini bekapasitas Asia karena Banten punya sejarah tentang pendidikan  Al-Quran yang mashur sejak jaman Kesulthanan Banten  menjadi reperensi dunia Islam dan akan menjadi tepat jika Banten sebagai masyarakat agamis jika  keinginan ini bisa terwujud,”imbuhnya. (*/RRI)

Cibeber nu