Pimpin Pemuda Pancasila Kota Serang, Pujianto Siap Berantas Kader Premanisme

BPRS CM tabungan

SERANG – Setelah menggelar Musyawarah Cabang Pemuda Pancasila (Muscap PP) Kota Serang, secara aklamasi Pujianto pimpin Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Serang menggantikan Muchyidin.

Pujianto mengatakan, ini suatu kehormatan untuk dirinya sendiri menjadi kader Pemuda Pancasila yang merupakan salah satu organisasi tertua yang lahir pada tahun 1959. Pemuda Pancasila ini didirikan jelas untuk menjadi benteng terdepan serta benteng yang paling kuat untuk menjaga kedaulatan dan menjaga ideologi Bangsa, yaitu Pancasila. Sedangkan Pancasila sendiri menurutnya adalah sebagai wadah pemersatu dari seluruh perbedaan yang terjadi di NKRI yang disatukan dengan lima unsur yang luar biasa.

“Dengan berbangga hati dan juga berat hati, saya berbangga sebagai kader Pemuda Pancasila dan berbangga saya dipilih secara aklamasi oleh seluruh kader-kader, oleh keluarga besar Pemuda Pancasila dan sedihnya untuk saya adalah satu. Saya khawatir tidak bisa dan tidak mampu untuk menjalankan dan mempertahankan keutuhan Pancasila,” kata Pujianto.

DPRD Pandeglang Kurban

Menurutnya, saat ini banyak sekali oknum-oknum dan ormas-ormas serta kelompok-kelompok yang ingin menggeser Pancasila sebagai dasar negara menjadi pilar negara, jika hal itu dibiarkan. Maka, ideologi bangsa Indonesia akan digeser nilainya menjadi tiangnya negara.

Karena bahayanya pergeseran ini, menurut dia, pilar itu mudah dirobohkan dan mudah diganti. Akan tetapi, kalau akar atau dasar Pancasila ini diganti, NKRI akan runtuh hancur lebur dan akan terpecah.

Maskot KPU Cilegon

Ia berpendapat, dengan adanya Pancasila perbedaan agama, bahasa, suku dan ras semuanya bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika.

“Maka kita bersama-sama semuanya sebagai warga atau pun rakyat Indonesia harus menjaga keutuhan Pancasila,” tuturnya.

Sementara, terkait banyaknya isu premanisme dalam tubuh Pemuda Pancasila, Pujianto berjanji akan merubah paradigma negatif menjadi positif dengan cara kembali ke nol.

“Saya hancurkan dulu paradigma yang ada, kultur budaya yang negatif tadi seperti premanisme dan lain sebagainya, sedikit otak gede pake otot saya akan rubah pakai otak. Saya pernah mengikuti organisasi, dan saya tidak ada lagi menggunakan otot dan lainnya,” tuturnya.

Manakala dari anggota melakukan hal negatif itu, dirinya bersumpah akan mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) dan akan memberikan hukuman.

“Apakah mereka mendapatkan apresiasi atau degradasi. Kan ada dua, misalkan dia baik, layak dan bagus maka saya akan berikan apresiasi, jika manakala melakukan kesalahan maka akan didegradasi,” tegasnya. (*/Ocit)

Gerindra Banten Idul Adha
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien