Wisata Anyer

Suasana Khidmat Warnai Haul Akbar Abuya Shidiq Cangkudu ke-78 di Baros Serang

 

SERANG – Ribuan umat Islam dari berbagai daerah memadati kompleks pemakaman Combong di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, pada Senin (12/5/2025), untuk menghadiri Haul Akbar Abuya Shidiq Cangkudu yang ke-78.

Acara ini digelar oleh Pondok Pesantren Riyadhul Awamil dengan penuh kekhusyukan, menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam dan memperkuat ikatan silaturahmi antar jamaah.

Sejak sore hari, arus kedatangan para santri, alumni pesantren, serta masyarakat umum terus mengalir ke lokasi acara.

Mereka datang dengan niat memanjatkan doa dan mengenang jasa seorang ulama besar sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, Abuya Shidiq Cangkudu.

Suasana haru dan khidmat begitu terasa sepanjang acara berlangsung.

Haul akbar ini menjadi bukti bahwa keteladanan Abuya Shidiq masih membekas kuat di hati umat.

Sosoknya yang dikenal sebagai ulama yang rendah hati, berilmu tinggi, dan berjuang demi agama serta bangsa, terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Setiap tahunnya, haul ini selalu dinanti dan dihadiri oleh ribuan orang, menjadikannya salah satu momen keagamaan penting di wilayah Banten.

Abuya KH. Muhammad Sidiq, atau yang lebih dikenal sebagai Abuya Shidiq Cangkudu, lahir pada tahun 1832 di Kampung Daragem, Desa Baros, Kecamatan Baros, Serang, Banten.

Beliau adalah putra dari pasangan KH. Abuya Ma’lum dan Nyai Sajimah, yang merupakan tokoh agama terpandang di daerah Cangkudu.

Sejak kecil, Abuya Shidiq telah menunjukkan kecerdasan dan ketekunan dalam menuntut ilmu.

Dalam perjalanannya menimba ilmu, Abuya Shidiq belajar kepada dua ulama besar asal Banten yang namanya telah mendunia, yakni Syekh Muhammad Ali Mandaya bin Abu Bakar Mandaya al-Bantani dan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani.

Kedua gurunya ini dikenal sebagai ulama kaliber internasional yang karya-karyanya masih digunakan hingga saat ini di berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

Pendidikan yang ditempuh Abuya Shidiq membentuk karakter dan pemahaman keislamannya yang mendalam.

Selain mendalami ilmu agama, beliau juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan, menjadikan dirinya sebagai sosok ulama pejuang yang tak hanya membimbing umat, tetapi juga turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa dari penjajahan.

Peringatan haul ini bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, melainkan juga sebagai ajang meneladani perjuangan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan.

Ribuan jamaah yang hadir tampak larut dalam doa dan dzikir, menunjukkan penghormatan yang mendalam terhadap warisan keilmuan dan keteladanan Abuya Shidiq.

Selain itu, acara haul juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan maulid, tahlil, dan tausiyah dari para alim ulama.

Momen ini menjadi ajang penguatan spiritual sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, khususnya antar alumni dan santri Pondok Pesantren Riyadhul Awamil.

Kegiatan ini juga menunjukkan besarnya peran pondok pesantren dalam menjaga tradisi keislaman di tengah masyarakat.

Haul Akbar Abuya Shidiq Cangkudu ke-78 di Baros ini tidak hanya menyatukan ribuan umat dalam doa dan zikir, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan, keteladanan, dan keikhlasan dalam berkhidmat kepada agama dan negara yang telah diwariskan oleh sang ulama besar. (*/ARAS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien