Terkait Gugatan dari Sabarto Saleh, Ini Kata Ahli Waris Durian Jatohan Haji Arif Baros

SERANG – Aktifitas tempat usaha Durian Jatohan Haji Arif (DJHA) di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, masih berjalan normal dan ramai pengunjung dari berbagai Kota.

Dalam pantauan faktabanten.co.id di lokasi, tempat usaha tersebut berubah nama dari Durian Jatohan Haji Arif menjadi Aat Bin Haji Arif Durian Banten tampak berjalan normal tidak ada aktifitas yang mengganggu.

Seperti diberitakan sebelumnya, adanya saling lapor antara ahli waris dengan Sabarto Saleh.

Saat dikonfirmasi, ahli waris DJHA, Aat Atmawijaya mengatakan alasan Sabarto Saleh tidak lagi berada di DJHA, berdasarkan surat wasiat yang dibuat oleh Almarhum H. Arif.

“Disitu (surat wasiat-red) dituliskan, bilamana saya tutup usia maka seluruh harta nama DJHA untuk dihitung dan dibagi dua (bagi rata-red) antara Sabarto Saleh dan H. Arif (Atmawijaya) dan selanjutnya Sabarto Saleh dinyatakan keluar dari DJHA,” ujar Aat kepada Fakta Banten sambil menunjukkan surat wasiat dari H. Arif, Sabtu (5/8/2023).

Selanjutnya, ia membeberkan terkait adanya gugatan yang dilakukan oleh Sabarto, minta dibuktikan di pengadilan.

Kartini dprd serang

“Terkait adanya gugatan dari Sabarto, ya namanya gugatan perdata kita buktikan saja di Pengadilan, ranahnya perdata ko, masa orang dipidanakan pasal 167 tentang memasuki pekarangan orang lain tanpa izin,” ucapnya.

“Kalau dia bener kita buktikan di ranahnya perdata, ini ada historinya,” imbuhnya.

Surat Wasiat H. Arif /Dok

Tidak hanya itu, ia juga membeberkan terkait laporannya ke Polresta Serang kota dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Sabarto memiliki 3 Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Tempat dan Tanggal Lahir yang berbeda.

“Yang pertama ini tempat lahir KTP Makasar, yang kedua KTP ini lahir di Serang, nah ada lagi tempat lahirnya di Jakarta, di KTP di serang lahirnya 01, di Jakarta 07, dari tanggal aja sudah beda,” ucapnya.

Terakhir, ia juga telah mengupayakan untuk berislah dengan Sabarto, dengan bertemu dengan Abuya Muhtadi untuk meminta nasehat.

“Kita sudah mengupayakan untuk berislah, sampe bertemu dengan Abuya Muhtadi untuk meminta nasehat dan beliau berpesan, udah itu ada aset dibagi-bagi, ulah serakah, udah sih jangan ribut-ribut itu kata Abuya,” pungkasnya. (*/Fachrul)

Polda