Wisata Anyer

Tak Ingin Anak Kehilangan Akar Budaya, Dindikbud Kota Serang Siapkan Kurikulum Sejarah Lokal

SERANG – Dindikbud Kota Serang tengah menyusun kurikulum muatan lokal yang berfokus pada sejarah dan kebudayaan Banten.

Kurikulum tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027 sebagai upaya memperkuat identitas, karakter, serta kecintaan peserta didik terhadap daerahnya.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, keberadaan kurikulum muatan lokal kesejarahan tersebut menjadi penting agar peserta didik mengenal sejarah lokalitas sejak dini. Karena, pendidikan harus memiliki pemahaman terhadap akar budaya dan sejarah daerahnya.

“Anak didik harus mengetahui sejarah lokalitasnya. Mereka perlu mengenal jejak sejarah panjang yang ada di Kota Serang maupun Banten, termasuk tokoh-tokoh seperti Sultan Hasanuddin Banten, Pangeran Arya Ranamanggala, hingga berbagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Semua itu akan kita rumuskan menjadi kurikulum muatan lokal kesejarahan atau kebudayaan,” ujar Ahmad Nuri, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, selama ini pembelajaran sejarah lebih banyak mengenal soal sejarah nasional, sementara sejarah lokal yang berada di sekitar lingkungan peserta didik belum banyak mendapatkan ruang.

Padahal, kata dia, Banten memiliki perjalanan sejarah panjang dengan berbagai tokoh, peninggalan budaya, dan nilai peradaban yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda.

Menurut Nuri, generasi muda perlu memiliki apa yang disebut sebagai kecerdasan sejarah.

Hal tersebut penting agar perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak membuat anak-anak kehilangan identitas daerahnya.

“Ketika Kota Serang semakin maju, generasi mudanya jangan sampai tercabut dari akar budayanya. Mereka harus memiliki kecerdasan sejarah sehingga mengetahui siapa dirinya dan dari mana asal peradabannya,” katanya.

Dengan memahami sejarah daerahnya, peserta didik nantinya diharapkan mampu mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan masa lalu untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.

HUT Kota Serang DPMPTSP

Selain pembelajaran melalui materi di kelas, pihaknya juga berencana mengemas nilai-nilai budaya Banten melalui berbagai media kreatif, salah satunya lagu-lagu bertema pendidikan dan kebantenan dengan aransemen yang lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Nuri, kemudian mencontohkan konsep Narasing Kaibon yang sebelumnya ditampilkan dalam ajang APEKSI dan berhasil meraih juara ketiga.

“Narasing Kaibon menjadi contoh bagaimana nilai sejarah bisa dikemas secara menarik. Kalau anak-anak tidak diajarkan hal seperti ini, mereka akan kehilangan akar sejarahnya. Padahal Banten memiliki banyak tokoh dan nilai peradaban yang bisa menjadi teladan,” ujarnya.

Untuk memastikan kurikulum tersebut nantinya berjalan maksimal, Dindikbud akan melakukan penguatan kapasitas guru. Persiapan tersebut dilakukan melalui penyusunan literasi sejarah, buku ajar, serta kurikulum khusus muatan lokal.

“Guru-guru sebenarnya tinggal diperkuat pengetahuan kesejarahannya. Kita siapkan literasi sejarah, buku sejarah, dan kurikulumnya sehingga mereka bisa menyampaikan materi kepada peserta didik secara sistematis,” jelasnya.

Nuri menyebutkan, penerapan kurikulum muatan lokal sejarah belum dilakukan pada tahun ajaran baru 2026 karena saat ini masih dalam tahap penyusunan dan penyempurnaan.

Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh perangkat pendukung telah siap sebelum diterapkan di sekolah.

“Tahun 2027 kita mulai. Bersamaan dengan penguatan Bahasa Jaseng setiap Rabu, Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD, serta kurikulum muatan lokal kesejarahan Banten. Semuanya berjalan paralel,” katanya.

Lebih lanjut, pembelajaran sejarah nantinya tidak hanya dilakukan melalui teori di ruang kelas.

Peserta didik juga akan diarahkan untuk belajar langsung melalui kunjungan ke berbagai situs sejarah dan cagar budaya yang ada di Banten.

“Anak-anak akan diajak menjelajah situs sejarah, mengenal ODCB, dan memahami langsung peninggalan sejarah yang ada. Jadi tidak hanya teori, tapi juga praktik,” pungkas Ahmad Nuri.***

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien