Wisata Anyer

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Gubernur Instruksikan Sekolah di Banten Belajar Online 3 Hari

SERANG – Gubernur Andra Soni memutuskan Pembelajaran Jarak Jauh atau (PJJ) atau belajar dengan sistem online dilaksanakan selama 3 hari ke depan pada seluruh satuan pendidikan di Provinsi Banten.

Keputusan ini diambil untuk melindungi masyarakat dari risiko abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Keputusan tersebut disampaikan Andra Soni pada Minggu (6/9/2026) setelah berkoordinasi dengan PVMBG, BPBD, dan dinas terkait.

“Putuskan aja PJJ dilaksanakan untuk tiga hari ke depan. Disampaikan semua berlaku untuk semua satuan pendidikan yang ada di Banten ya, semua,” tegas Andra, dikutip dari TikTok @andrasoni_.

Andra menjelaskan keputusan PJJ didasarkan pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Kami mengandalkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Kami tidak bisa mengira-ngira, kami tidak bisa memprediksi, sehingga teknologi yang ada di kita yang kita gunakan sebagai rekomendasi,” ujarnya.

Ia menyebut erupsi menerus selama 25 jam pada 4-6 September menyebabkan sebaran abu. Arah angin saat ini menuju ke Barat sehingga berpotensi mengenai wilayah Banten.

Terkait potensi tsunami, Andra mengutip hasil kajian PVMBG yang menyatakan potensinya negatif karena ukuran tubuh Anak Gunung Krakatau masih kecil. Namun ia tetap meminta masyarakat waspada.

Gubernur memerintahkan agar informasi PJJ segera disampaikan kepada seluruh bupati dan walikota se-Banten.

Selain PJJ, Andra juga meminta agar Dinas Kesehatan dan BPBD melaksanakan mitigasi bencana sesuai rencana yang sudah disusun. Kemudian memastikan jalur evakuasi siap dan tempat penampungan berfungsi jika terjadi hal tidak diinginkan.

Selanjutnya, mereka berkoordinasi dengan kepala desa dan kecamatan agar informasi tersampaikan ke masyarakat. Terakhir, penggunaan masker wajib untuk setiap kegiatan di luar ruangan.

“Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Sehingga setiap informasi harus tersampaikan kepada seluruh jajaran dan ditindaklanjuti segera,” katanya.

Andra juga menyinggung trauma masyarakat akibat erupsi dan longsor Anak Krakatau 2018 yang memicu tsunami. Ia berharap dengan langkah mitigasi ini dampak bisa diminimalisir.

“Alhamdulillah melihat aktivitas hari ini, yang terakhir erupsi terjadi 04.00 pagi dan 07.00 pagi. Kami berharap kita berdoa semoga Tuhan memberikan keselamatan kepada kita semua,” pungkasnya. (*/Ajo)

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien