Wisata Anyer

Wabup Najib Hamas Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya dalam Seruan Kebudayaan Serang Utara

SERANG — Wakil Bupati Serang Najib Hamas mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari penguatan kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Najib Hamas saat membuka kegiatan Seruan Kebudayaan Serang Utara (Serbuk) di Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kekayaan budaya Banten harus menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi muda agar tetap bangga terhadap identitas daerahnya.

“Kekayaan kebudayaan Banten diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi generasi muda untuk tetap semangat melestarikan budaya,” ujar Najib.

Ia menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya dimaknai sebagai pentas seni atau pertunjukan budaya semata, melainkan mencakup nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur, seperti gotong royong, kepedulian sosial, hingga budaya menjaga lingkungan.

Najib menjelaskan, nilai budaya positif yang telah diwariskan para pendahulu harus menjadi bagian dari penguatan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Salah satu contoh nyata budaya lokal yang perlu terus dijaga adalah semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Banten.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga melalui pembentukan pegiat sampah di setiap desa.

“Kita mulai dari hal sederhana, bagaimana masyarakat mampu mengelola sampah dari rumah masing-masing. Ini juga bagian dari budaya baru yang harus kita bangun bersama,” katanya.

Wabup Serang menilai pelestarian budaya membutuhkan edukasi yang berkelanjutan melalui pusat-pusat kebudayaan serta sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, komunitas budaya, hingga para praktisi.

Ia mengakui perhatian terhadap pelestarian budaya masih perlu ditingkatkan secara bersama-sama, termasuk peran media dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Peran wartawan penting untuk mengabarkan kepada dunia bahwa daerah kita memiliki kekayaan budaya yang bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya.

Najib juga menyinggung hubungan antara budaya dan tingkat kebahagiaan masyarakat. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat.

Ia mencontohkan perbandingan daerah yang memiliki tingkat pendapatan lebih rendah namun memiliki indeks kebahagiaan dan harapan hidup lebih tinggi karena kuatnya nilai budaya yang dijaga masyarakatnya.

“Bukan hanya soal penghasilan, tetapi bagaimana masyarakat memaknai dan menghargai budaya di lingkungannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Najib turut menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pencemaran Sungai Ciujung. Ia menegaskan bahwa menjaga sungai merupakan tanggung jawab bersama, meskipun kewenangan pengelolaannya berada di pemerintah pusat.

Menurutnya, budaya menjaga lingkungan harus terus digalakkan agar sungai dapat menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Kita berharap Ciujung menjadi sumber kehidupan, bukan sumber malapetaka. Merawat lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Kegiatan Seruan Kebudayaan Serang Utara diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya, sosial, dan lingkungan di Kabupaten Serang. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien