Wisata Anyer

Warga BAP 1 Kota Serang Keluhkan Proyek Drainase, Soroti Keselamatan dan Kerusakan Conblock

LH HUT Tangerang Kab

SERANG – Pelaksanaan proyek pembangunan drainase pengendali banjir di kawasan BAP 1, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, menuai keluhan warga.

Selain menyoroti aspek keselamatan pekerja dan masyarakat, warga juga mengeluhkan kerusakan conblock serta penataan material proyek yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski mendukung pembangunan drainase untuk mengatasi persoalan banjir, warga meminta kontraktor pelaksana memperhatikan kualitas pekerjaan, keselamatan di lokasi proyek, serta dampak pengerjaan terhadap lingkungan sekitar.

Heri dan Dedi, warga BAP 1, mengatakan pembangunan drainase pada prinsipnya sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, mereka menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dievaluasi oleh pihak pelaksana.

“Persoalan yang kami soroti antara lain material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, jumlah tenaga kerja yang dinilai belum memadai, serta pelaksanaan pekerjaan yang dianggap belum memperhatikan aspek keselamatan secara optimal,” ujar Heri saat memantau lokasi proyek, Minggu (11/10/2026).

Baznas HUT Tangerang Kab

Selain itu, aktivitas pengangkutan dan penempatan material maupun pembuangan sisa material (disposal) dinilai belum tertata dengan baik.

Kondisi tersebut dikeluhkan karena mengganggu lalu lintas warga yang setiap hari melintasi area pengerjaan drainase.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 04, Arif Tirtana. Ia menilai pihak pelaksana perlu meningkatkan penerapan standar keselamatan kerja, baik untuk melindungi pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.

“Pekerjanya sendiri kurang memperhatikan keselamatan. Untuk keselamatan warga juga belum terlihat adanya pembatas yang memadai. Semuanya sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Menurut Arif, keberadaan papan informasi proyek belum cukup untuk menjamin keamanan di sekitar lokasi pekerjaan.

Ia meminta kontraktor menyediakan perlengkapan keselamatan serta memasang pembatas yang memadai agar warga tidak bersentuhan langsung dengan area berbahaya.

Ia juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang melintas atau bermain di sekitar lokasi proyek.

Karena itu, area pekerjaan yang berisiko dinilai perlu ditutup atau dilengkapi pengamanan yang layak.

Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah kondisi conblock yang diduga mulai rusak akibat aktivitas kendaraan pengangkut material bermuatan berat.

Padahal, menurut warga, fasilitas tersebut sebelumnya dibangun melalui bantuan pemerintah.

Warga berharap kerusakan itu segera diperiksa dan diperbaiki oleh pihak yang bertanggung jawab agar fasilitas umum tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Kami meminta kontraktor segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap pelaksanaan pekerjaan, terutama pada aspek keselamatan, kerapian lingkungan, dan perlindungan fasilitas umum,” kata warga.

Arif menambahkan, pembenahan perlu segera dilakukan mengingat sisa pekerjaan masih berlangsung di sekitar permukiman dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.

“Dengan sisa pekerjaan yang ada, semestinya mulai dilakukan perbaikan. Apalagi, semakin ke depan lokasi pekerjaan berdekatan dengan aktivitas warga yang lebih padat,” katanya.

Progres Dipertanyakan, Warga Khawatir Tak Selesai Tepat Waktu

Berdasarkan informasi proyek, pembangunan drainase pengendali banjir di Kota Serang tersebut didanai melalui APBD Provinsi Banten dengan nilai anggaran sebesar Rp9.116.816.290.

Pekerjaan itu dilaksanakan oleh CV Naga Hitam Kusuma berdasarkan nomor kontrak 600.141/131.29.DPUPL/2026, dengan estimasi waktu pelaksanaan selama 120 hari.

Namun, target penyelesaian proyek pada Desember 2026 mulai diragukan warga. Berdasarkan pantauan di lapangan hingga berita ini ditulis, progres pengerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan warga mengenai kemampuan pelaksana menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Warga berharap pihak kontraktor segera melakukan percepatan pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi dan standar keselamatan. Mereka juga meminta pihak terkait melakukan pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan.

Bagi warga, pembangunan drainase bukan semata-mata soal tersedianya saluran untuk mengurangi risiko banjir. Pelaksanaannya juga harus menjamin keselamatan masyarakat, menjaga fasilitas umum, serta tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan sekitar.

Warga berharap proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat BAP 1 dan sekitarnya.***

Bina Marga HUT Tangerang Kab
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien