Demi Hedon Even Konser Coldplay Pekan Lalu Jadi Ajang Tipu

JAKARTA- “look at star” salah satu penggalan lirik lagu Coldplay yang dibawakan Chris Martin Minggu lalu itu mungkin diilhami Ghisca Debora  Aritonang sebagai gemerlap kemewahan dan kesenangan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya,

Berjajar koleksi tas dan sepatu berlogo H saat konfrensi pers, dan dijadikan barang bukti kejahatan penipuan mahasiswi tersebut, terlihat kemewahan yang akhirnya ditinggalkan dan mengorbannka dirinya masuk ke dalam dinginnya hotel prodeo.

Wanita asal Cikupa Kabupaten Tangerang tersebut ditetapkan sebagai tersangka penipuan tiket konser Coldplay di Jakarta ini ditetapkan tersangka oleh Mapolres Jakarta Pusat pada Jumat (17/11/2023) lalu.

Tidak ada lagi Cahaya hingar binger kemeriahan di raut wajah Debora yang berhasil menggelapkan dana tiket sebesar Rp. 5,1 Milyar, atau sebanyak 2.268 tiket yang ditipukan oleh Debora kepada pelanggannya.

Banyaknya kerugian karena tergiurnya pelanggan yang sebagian besar adalah reseller kerena iming-iming orang dalam oleh Debora yang mengaku kenal dengan promotor. Selain itu Debora juga menawarkan tiket dengan harga yang murah dibandkan penyedia yang tiket lainnya.

Dihadapan polisi dan awak media Debora mengakui segala perbuatannya dan siap menjalani hukuman.

Advertorial

Advertorial

“Saya Ghisca Debora Aritonang. Saya mengakui kesalahan saya dan saya akan mengikuti proses hukum. Proses ini sudah saya serahkan ke pihak kepolisian,” ucapnya lirih di Mapolres Jakarta Pusat, Senin (20/11/2023) siang.

Diakui Debora, keuangan hasil kejahatannya tersebut ia gunakan untuk memenuhi gaya hidup hedon dan prestise dengan membelanjakannya dengan membeli tas dan sepatu branded.

Namun kini, didepan media kehodanan Debora enyah, hanya stelan oranye khas tahanan dan sendal jepit yang ia kenakan disorot lampu kamera awak media. Semua barang-barang yang ia beli dengan uang hasil penipuan disita Mapolres Jakarta Pusat sebagai barang bukti.

Menurut keterangan kepolisian uang hasil kejahatan sebagaian masih dalam penyelidikan, karena ada dugaan keuangan tersebut dialihkan di bank luar negeri, dan beberapa milyar lainnya Debora gunakan untuk kesenangan dan plesiran ke negeri orang.

“Sesuai data perlintasan paspor (GDA) pernah ke Belanda, tapi kami masih mendalami (uang hasil penipuan ditransfer ke rekening Belanda) itu. Setidaknya dari kurun Mei-November kemarin,” ujar Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat.

 

 

 

 

Sumber : kompas.com