Wisata Anyer

10 Tahun Terbengkalai, Empat Ruang Kelas SDN Sukamulya 1 Cikupa Tak Kunjung Diperbaiki

TANGERANG – Empat ruang kelas di SDN Sukamulya 1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, sudah hampir 10 tahun tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar akibat mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Sejumlah bagian ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah.

Atap dan struktur bangunan terlihat tidak layak digunakan, sementara ruangan dipenuhi tumpukan meja dan kursi yang sudah tidak terpakai. Akibatnya, empat ruang kelas tersebut terbengkalai dan kehilangan fungsi sebagai sarana pendidikan.

Ketua Komite SDN Sukamulya 1, Tohir, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengusulkan perbaikan bangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Namun hingga kini, usulan tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami dari komite sudah beberapa kali mengusulkan melalui Musrenbang tingkat kelurahan. Harapannya ruang kelas yang sudah lama belum dimanfaatkan ini bisa mendapat perhatian karena kebutuhan ruang belajar di sekolah tetap ada,” ujar Tohir saat ditemui di lokasi sekolah, Rabu (17/06/2026).

Menurutnya, kerusakan ruang kelas tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penanganan yang mampu mengembalikan fungsi bangunan secara optimal.

Ia menjelaskan, sebelumnya memang pernah dilakukan perbaikan pada bangunan sekolah. Namun pekerjaan tersebut hanya menyasar bagian atap sehingga ruang kelas tetap belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Perbaikan pernah dilakukan, tapi hanya di bagian atap. Sementara kondisi ruang secara keseluruhan masih belum memungkinkan dipakai untuk belajar,” katanya.

Keberadaan empat ruang kelas yang tidak berfungsi ini dinilai cukup mengganggu kebutuhan sarana pendidikan di sekolah. Padahal, ruang belajar merupakan fasilitas utama dalam menunjang proses pendidikan bagi siswa.

Komite sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan segera memberikan perhatian dan melakukan rehabilitasi menyeluruh agar ruang kelas yang telah lama terbengkalai tersebut dapat kembali digunakan.

Sementara itu, Kepala SDN Sukamulya 1, Didi, mengatakan dirinya belum mengetahui riwayat awal kondisi ruangan tersebut karena baru menjabat di sekolah tersebut.

Meski demikian, Didi menjelaskan pada penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun ini sekolah saat ini menerima 84 peserta didik. Namun dari jumlah tersebut, 56 peserta didik telah sesuai kapasitas yang tersedia, sedangkan penambahan 28 peserta didik masih dalam tahap pengajuan dan belum mendapatkan respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

“Saat ini penerimaan murid baru sebanyak 84 siswa. Untuk tambahan 28 siswa masih dalam tahap pengajuan dan sampai sekarang belum ada respons,” ujar Didi.

Ia menambahkan, apabila ruang yang saat ini belum digunakan dapat kembali difungsikan, maka kegiatan belajar mengajar berpotensi dapat dijalankan lebih optimal dalam satu sesi pagi. Namun demikian, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar.

“Kalaupun ruang bisa difungsikan kembali, kegiatan belajar bisa berjalan dalam satu sesi pagi. Tetapi kapasitas juga tetap menyesuaikan dengan ketersediaan tenaga pengajar,” jelasnya.

Hampir satu dekade berlalu, namun empat ruang kelas di SDN Sukamulya 1 masih berdiri dalam kondisi rusak. Di balik dinding yang rapuh dan ruang yang kosong, tersimpan harapan ratusan siswa yang menanti hadirnya ruang belajar yang aman dan layak. ***

PT PCM HUT Bhayangkara
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien