Pengembang Incar Tangerang untuk Bangun Bisnis Apartemen

DPRD Cilegon Idul Adha

TANGERANG – Pasar apartemen di kawasan Tangerang Raya dinilai masih potensial. Segmen menengah tengah dan menengah bawah merupakan favorit pilihan konsumen properti. 

“Kematangan wilayah Tangerang membuat pengembang terus membangun apartemen, padahal harga tanahnya lebih mahal dibandingkan wilayah penyangga Jakarta lainnya,” kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakannya, segmen menengah tengah dan menengah bawah masih menjadi pilihan banyak pembeli, termasuk apartemen mahasiswa.

DPRD Pandeglang Kurban

Kawasan Tangerang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat ini, jumlah penduduk tetangga kota Jakarta tersebut lebih dari tujuh juta jiwa.

Gerindra Banten Idul Adha

“Sejak lama, sejumlah lokasi di Tangerang sudah dikembangkan oleh developer besar sehingga menarik orang untuk membeli hunian di Tangerang. Selain itu, tingkat perekonomian di kawasan Tangerang juga cukup bagus,” paparnya.

Dia menambahkan, fasilitas penunjang bagi warga penghuni apartemen juga cukup menopang seperti rumah sakit, pusat pendidikan, dan fasilitas komersial.

“Walau, daerah lain di sekitar Jakarta juga mulai bersaing seperti Bekasi, Sentul, dan kota Bogor,” ujarnya.

Data Savills Indonesia memperlihatkan bahwa kota-kota di sekitar Jakarta terus diserbu beragam proyek apartemen.

Kpu

Dalam rentang 2015-2018, pasokan apartemen di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) mencapai 13.800 unit.

Namun, untuk tahun 2019 sampai dengan 2022 diperkirakan ada pasokan baru sebanyak 32.600 unit.

Dari suplai tersebut sekitar 54% adalah menyasar segmen menengah bawah dan 45% menyasar kelas menengah atas, dan 1% untuk kelas atas.

Dari seluruh pasokan apartemen di Bodetabek tersebut mayoritas atau sebanyak 57% berada di kawasan Tangerang. Lalu, Bekasi (26%), Depok (12%), dan Bogor (5%).

Rata-rata pasar yang disasar adalah segmen menengah bawah.

“Segmen menengah dengan harga berkisar Rp 300-400 juta per unit merupakan yang kompetitif saat ini,” ujar Agung Hadi, direktur utama PT Bhakti Agung Propertindo, di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Saat ini, Bhakti Agung Propertindo tengah menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek yang berdiri di Ciledug, Kota Tangerang tersebut mencakup dua menara.

Permintaan apartemen di kawasan itu dinilai masih cukup tinggi dimana hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama Cleosa yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan.

“Penjualan kami sudah mencapai 50% untuk menara pertama yang berkapasitas 600 unit,” ujar Agung Hadi. (*/Tribun)

Golkar Banten Idul Adha
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien