Nasabah BRI Labuan Keluhkan, Error Saat Melakukan Transfer

PANDEGLANG – Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Masnur (25) asal Kampung susukan, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Keluhkan Tidak ada tanggungjawab pergantian dari pihak Bank BRI dari errornya sistem transfer.

Hal ini, dikeluhkanya saat ia melakukan transfer di ATM BRI Labuan senilai 300 ribu rupiah pada 20 November 2017 pukul 21:06 WIB, tapi, lanjutnya bercerita pada 21 November 2017 malam dini hari pukul 2:05 WIB ada laporan melalui M-Banking bahwa ada transaksi lagi, hal ini diketahuinya saat pagi hari.

“Kan saya terasfer sore (21:05 WIB-red) mas 300 ribu, udah ada laporanya ke HP saya kan saya pake M-banking, tetapi malah ada laporan lagi bahwa saya telah melakukan transfer ke rekening yang sama pada jam 2:05 dengan nilai yang sama juga, tapi kan gak mungin malem-malam saya nerasfer saya lagi tidur. Saya tahu itu pagi pas bangun tidur ada pemberitahuan,” jelasnya.

“Saya transfer ATM BRI di Carita,” tambahnya.

Masnur mengatakan, pada hari yang sama setelah mendapatkan pemberitahuan tersebut, ia langsung menghubungi BRI Cabang Labuan sebagai penanggungjawab di daerah tersebut.

Ia menambahkan, saat ini, menurutnya ada pemberitahuan melalui SMS dari Bank BRI bahwa transaksi yang dilakukanya normal.

“Saya langsung laporan (BRI Cabang Labuan-red) hari itu juga (21/11/2017) pas siang hari, katanya masih di proses dulu. Tapi, hari ini (4/12/2017) pagi tadi jam 9:24 WIB ada pesan melalui sms bahwa transaksi itu normal, berarti kan mereka mengagkap saya transaksi dua kali, padahal kan engga, saya udah tidur,” ungkapnya dengan nada kesal.

Lebih lanjut, Masnur mengungkapkan, akan menanyakan kembali ke pihak Bank BRI Cabang Labuan dengan adanya SMS tersebut, tapi, ia menuturkan bingung ketika memang dianggap normal oleh pihak Bank harus bagaimana dan kenapa sampai bisa transfer dua kali?

“yah besok (5/12/2017) saya mau tanya lagi, tapi saya bingung kok bisa dianggap normal? Padahal kan udah jelas itu transfer dua kali dan saya gak merasa melakukan transfer yang kedua di tengah malam. yah saya udah tidur ATM saya didompet dikamar yang tahu sandinya cuma saya dan terus kenapa bisa dianggap normal padahal saya tidak melakukan transfer dua kali,” keluhnya.

Dikatakan Masnur, saat menanyakan ke orang yang ia transfer, no rekening yang ia kirim tidak sampai 600 ribu rupiah hanya 300 ribu rupiah dengan laporan pengiriman yang pertama. Tapi, lanjutnya di rekening miliknya tidak ada sebesar 600 ribu rupiah.

“ya, saya kecewa dengan dianggap Normal, oh ia mas terus gak ada lagi uang nya di rekening yang saya kirim itu, kata dia cuma 300 teh gak ada lagi ja, katanya terus kemana tuh uang 300 saya di rekening, berkurang jelas mas 600 ribu,” pungkasnya (*/Temon)