Iklan Banner

Hari Pertama Masuk Sekolah di Kabupaten Serang, Banjir Rendam SDN Songgom Jaya dan SDN Koper 1

 

SERANG – Harapan murid dan guru untuk memulai kegiatan belajar mengajar setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus pupus.

Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Serang justru diwarnai bencana banjir yang merendam dua sekolah dasar, yakni SDN Songgom Jaya dan SDN Koper 1, Senin (5/1/2026).

Di SDN Koper 1, banjir merendam seluruh ruang kelas mulai dari kelas I hingga kelas VI, termasuk ruang guru dan ruang kepala sekolah.

Genangan air di sekolah tersebut mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, di SDN Songgom Jaya, banjir merendam tiga ruang kelas, yakni kelas I, II, dan III. Sedangkan kelas IV, V, dan VI tetap dapat digunakan karena bangunannya telah direnovasi dan ditinggikan, sehingga tidak terdampak genangan air.

Salah seorang murid SDN Songgom Jaya, Siti (10), mengaku tidak nyaman harus datang ke sekolah saat banjir masih menggenangi ruang kelas.

Agil HUT Gerindra

“Sekolah kami sering kebanjiran. Untung kelas IV, V, dan VI sudah ditinggikan jadi bisa belajar. Tapi kelas I, II, dan III masih terendam air. Mudah-mudahan sekolah kami dibangun supaya tidak banjir lagi,” ujar Siti, murid kelas V.

Di lokasi berbeda, Kepala Sekolah SDN Koper 1, Sartika, mengatakan bahwa banjir yang melanda sekolahnya bukanlah kejadian baru.

Sekolah tersebut memang kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Lebak dan Serang.

“Ini sudah jadi langganan. Setiap hujan deras hampir bisa dipastikan air masuk ke sekolah. Kalau hujan terus-menerus di wilayah Kabupaten Lebak, pasti di sini banjir, karena aliran sungainya berasal dari hulu di Kabupaten Lebak,” ungkap Sartika.

Akibat kondisi tersebut, pihak SDN Koper 1 memutuskan untuk melaksanakan kegiatan belajar sementara di rumah warga atau rumah orang tua murid.

Sementara di SDN Songgom Jaya, proses belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah untuk kelas IV, V, dan VI, sedangkan kelas I, II, dan III melaksanakan pembelajaran dari rumah karena ruang kelas masih terendam banjir.

Pihak sekolah belum dapat memastikan kapan kegiatan belajar mengajar akan kembali normal.

Proses pembelajaran di sekolah baru dapat dilaksanakan sepenuhnya setelah genangan air benar-benar surut dan kondisi dinyatakan aman.***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien