Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama di Hotel Disambut Salawatan Khas Kota Nabi
MCH — Kedatangan perdana jemaah haji gelombang pertama di Kota Madinah, Arab Saudi, berlangsung lancar, aman, dan penuh khidmat.
Para jemaah disambut hangat dengan lantunan salawat khas masyarakat Madinah, yakni Salawat Al-Badr, yang menambah suasana haru sekaligus menandai awal ibadah haji.
Salawatan penyambutan ini juga diiringi dengan tabuhan alat musik rebana yang dilakukan oleh sejumlah warga Arab Saudi dari Syarikah atau vendor perusahaan penyedia layanan haji.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menyampaikan bahwa proses kedatangan jemaah sejak di bandara hingga ke hotel berjalan tanpa kendala.
“Alhamdulillah, sejak kedatangan di Bandara Madinah bersama Dubes, Konjen, dan jajaran PPIH Arab Saudi, hingga penempatan di hotel seperti Taiba Front dan Makarim Suites, seluruh jemaah berjalan lancar. Penyambutan oleh petugas, syarikah, dan pihak hotel juga sangat baik,” kata Khalilurrahman usai penyambutan jemaah di hotel, Rabu pagi (22/4/2026).
Ia menambahkan, tidak ada jemaah yang mengalami hambatan di proses imigrasi.
“Alhamdulillah tidak ada, lancar semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, penyambutan dengan salawat Al-Badr menjadi ciri khas masyarakat Madinah dalam menyambut tamu Allah, sebagaimana dahulu menyambut Rasulullah SAW saat hijrah ke kota tersebut.
Khalilurrahman juga menegaskan komitmen layanan haji yang ramah bagi seluruh jemaah, khususnya lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.
“Ketika melihat jemaah dengan keterbatasan fisik, petugas harus sigap dan respons cepat memenuhi kebutuhan mereka. Ini bagian dari komitmen haji ramah lansia, perempuan, dan disabilitas,” katanya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk memperbanyak selawat selama berada di Madinah sebagai penguat spiritual.
“Perbanyak selawat kepada Rasulullah, misalnya Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad. Insya Allah ini memberi kekuatan rohani dan jasmani serta memudahkan ibadah haji maupun umrah,” ujarnya.
Kepada keluarga jemaah di Indonesia, Khalilurrahman meminta agar tidak khawatir terhadap kondisi jemaah.
“Jemaah mendapatkan layanan hotel setara bintang 3 dan 4 yang dekat dengan Masjid Nabawi, makanan bergizi yang diawasi ahli gizi, serta pelayanan petugas selama 24 jam. Insya Allah jemaah mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal,” katanya.
Ia juga membuka ruang komunikasi bagi keluarga jika ingin menyampaikan pesan atau membutuhkan informasi melalui petugas di embarkasi, kloter, maupun di Arab Saudi. (*/Nandi)


