Jemaah Haji Lansia Disambut Sebagai Tamu Terhormat Saat Tiba di Bandara Madinah, Dapat Layanan Dorong Kursi Roda dan Dipayungi dari Panas

MADINAH – Jemaah haji Indonesia yang baru tiba kedatangan di Bandara Amir Mohammed Bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, mendapatkan penyambutan dan pelayanan yang spesial oleh para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Jemaah yang tidak kuat berjalan kaki, bisa mengakses sejumlah fasilitas seperti mobil golf, kursi roda, hingga payung yang disediakan untuk memudahkan mobilitas jemaah.
Mobil golf ditempatkan di Terminal Hajj, sebab jarak yang ditempuh dari keluar terminal hingga paviliun sebelum masuk ke bus cukup jauh bagi jemaah yang tidak terbiasa jalan kaki.
Terutama jemaah lansia dan disabilitas dipastikan dapat mengakses layanan ini.
Sedangkan kursi roda dan payung, disediakan dalam mobilitas dari terminal fast track, sejak keluar gate menuju bus karena jaraknya yang dekat.
Kursi roda dan payung ini juga disediakan saat jemaah berpindah dari paviliun tempat tunggu menuju bus.
Jemaah haji bernama Muhammad Bardan, mengapresiasi layanan yang disiapkan oleh para petugas ini.
“Alhamdulillah, seperti tamu terhormat,” kata Bardan saat ditanya wartawan, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, turut disediakan juga bus khusus bagi jemaah yang kesulitan untuk naik ke bus biasa atau ambulans.
Bus ini memungkinkan jemaah untuk bisa dibawa tanpa harus turun dari kursi rodanya.
Layanan bus khusus ini sangat spesial, bahkan meski jemaah yang membutuhkannya hanya satu orang, layanan ini tetap akan diberikan.
Salah satunya seperti saat Fauziah, 62 tahun, menggunakan bus ini karena kesulitan naik bus biasa.

Kementerian Haji dan Umrah menyediakan bus khusus yang diisi hanya oleh Fauziah dan anaknya saja untuk menuju hotel di dekat Masjid Nabawi.
PPIH memastikan seluruh layanan yang diberikan oleh petugas adalah gratis, tanpa dipungut biaya.
Puncak Gelombang Jemaah Haji
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir memprediksi puncak kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang I di Bandara Madinah jatuh pada Rabu, 6 Mei 2026.
Diperkirakan ada 21 kloter yang akan mendarat pada hari puncak kedatangan itu.
Jumlah kedatangan akan meningkat dibandingkan dengan hari biasanya.
“Kedatangan kloter biasanya rata-rata 18 kloter (per hari),” kata dia.
Abdul Basir mempersiapkan skema untuk menyongsong puncak kedatangan jemaah haji pada pekan depan. Salah satunya mematangkan kesiapan petugas melalui data jemaah lansia.
“Nanti akan cek data dari 21 kloter itu berapa jumlah jemaah lansia, berapa jemaah yang membutuhkan kursi roda sehingga kita bisa mempersiapkan kedatangan mereka,” katanya.
Petugas daker bandara juga diminta mempersiapkan fisik untuk mobilitas dari satu terminal kedatangan ke terminal lainnya. Kekompakan juga menjadi kunci petugas melayani jemaah pada puncak kedatangan.
“Sesama petugas harus support karena tempatnya agak berjauhan dari fast track ke terminal haji ke zero agak jauh dan kadang bebannya ada di salah satu titik,” papar dia.
Hingga Kamis pagi 30 April 2026 pukul 06.00 Waktu Arab Saudi, sebanyak 140 kloter telah mendarat selamat di Bandara AMAA Madinah, dengan total jemaah sebanyak 54. 394orang.
Dari jumlah tersebut, 11.576 orang merupakan jemaah lansia dan memiliki catatan kesehatan Resiko Tinggi. (*/Red)


