Wisata Anyer

DLH Cilegon Soroti Minimnya Anggaran ISPU, Tiga Alat Pemantau Udara Rusak

 

CILEGON — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menyoroti minimnya anggaran untuk program Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dinilai penting sebagai indikator kualitas udara di kawasan industri.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan anggaran yang dialokasikan untuk program ISPU saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Dalam rapat dinas kemarin disampaikan bahwa anggaran yang diberikan untuk program ISPU sangat kecil. Kami berharap pada perubahan anggaran nanti ada penambahan, karena ISPU ini menjadi indikator kualitas udara,” kata Sabri di Cilegon, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp5 juta, sementara kebutuhan operasional dan pengelolaan ISPU mencapai Rp475 juta per tahun.

“Sekarang anggarannya Rp5 juta, sementara kebutuhan mencapai Rp475 juta setahun,” ujarnya.

Menurut Sabri, pihaknya telah mengusulkan penambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami sudah mengajukan ke TAPD, sekarang itu menjadi haknya TAPD,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat tujuh unit alat pemantau kualitas udara di Kota Cilegon.

Dari jumlah tersebut, satu unit milik kementerian, dua unit milik industri, dan empat unit milik Pemerintah Kota Cilegon.

Lokasi alat pemantau udara tersebut berada di Kecamatan Pulomerak, Grogol, kawasan KS 1, KS 2, Simpang, PCI, dan Gunung Sugih.

Namun, tiga alat pemantau udara dilaporkan mengalami kerusakan, masing-masing berada di wilayah PCI, Simpang, dan Grogol.

“Yang aktif sekarang ada empat alat, sementara tiga lainnya rusak dan perlu diganti,” ujar Sabri.

Ke depan, DLH Cilegon berencana mengganti sistem pemantauan udara dengan metode berbasis aplikasi agar lebih efektif dibandingkan sistem display.

Selain itu, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, Kota Cilegon dinilai membutuhkan sedikitnya sembilan titik ISPU untuk memantau kualitas udara secara optimal.

Sabri juga menyebutkan bahwa pihak industri telah membantu pembangunan dua titik ISPU setelah DLH mengirimkan surat permohonan dukungan.

“Yah, ISPU itu penting untuk melihat indikator udara dari kondisi lingkungan di sekitarnya,” kata Sabri.***

Kominfo Pandeglang Harkitnas
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien