Sosialisasi Ketahanan Pangan di Desa Tambiluk, KUKERTA 76 UIN SMH Banten Soroti Dampak Musim Kemarau dan Kelompok Tani
SERANG – Kegiatan Sosialisasi Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KUKERTA 76 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam sektor pertanian, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Serang Komisi II, DPD KNPI Provinsi Banten, Dinas Pertanian Banten, serta BPP UPT Pertanian Kecamatan Petir.
Kehadiran berbagai stakeholder tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, mahasiswa, dan pihak terkait dalam memperkuat ketahanan pangan di Desa Tambiluk.
Dalam sesi diskusi, masyarakat Desa Tambiluk menyampaikan berbagai keluh kesah terkait kondisi pertanian saat ini.
Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan adalah dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air untuk pertanian.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menjaga produktivitas lahan dan memenuhi kebutuhan air bagi tanaman.
Selain persoalan ketersediaan air, masyarakat juga menyampaikan bahwa kelembagaan kelompok tani di Desa Tambiluk masih belum terstruktur secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kelompok tani memiliki peran penting dalam mempermudah koordinasi, memperoleh informasi pertanian, mendapatkan pendampingan, serta mengakses berbagai program bantuan dan sarana produksi.
Forum sosialisasi kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kepentingan.
Warga berharap persoalan yang mereka hadapi dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut, terutama berkaitan dengan kebutuhan air pertanian serta penguatan kelembagaan kelompok tani.
Kehadiran BPP UPT Pertanian Kecamatan Petir dan Dinas Pertanian Provinsi Banten diharapkan dapat memberikan pendampingan serta solusi teknis kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan pertanian selama musim kemarau.
Sementara itu, keterlibatan DPRD Kabupaten Serang Komisi II menjadi bagian penting dalam menyerap aspirasi masyarakat dan mendorong perhatian terhadap kebutuhan pembangunan sektor pertanian di wilayah Desa Tambiluk.
Mahasiswa KUKERTA 76 UIN SMH Banten menilai bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan pangan, tetapi juga membutuhkan dukungan ketersediaan air, pengelolaan pertanian yang baik, kelembagaan petani yang kuat, serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan aspirasi masyarakat Desa Tambiluk dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Penguatan kelompok tani, pendampingan pertanian, serta upaya menghadapi persoalan ketersediaan air menjadi beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Kegiatan Sosialisasi Ketahanan Pangan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KUKERTA 76 UIN SMH Banten kepada masyarakat Desa Tambiluk sekaligus upaya membangun kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan stakeholder pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.***


