Khutbah Wukuf Arafah 2026, Misi Tri Sukses Haji untuk Kemaslahatan Bangsa
MAKKAH – Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) melalui Musyrif Diny Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyampaikan khutbah resmi saat Wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 26 Mei 2026.
Khutbah ini serempak disampaikan oleh PPIH Layanan Bimbingan Ibadah memulai pelaksanaan wukuf di masing-masing tenda jemaah di Arafah.
Pada haji tahun ini, khutbah resmi mengusung tema “Tri Sukses Haji: Jalan Menuju Haji Mabrur dan Kemaslahatan Bangsa”.
PPIH melalui Ketua Sektor dan Kloter mengoordinasikan para khatib wukuf agar wajib menggunakan naskah resmi ini.
Pelaksanaan khutbah wukuf sebelum shalat dzuhur dan jamak ashar, terpantau tertib, khidmat, dan tetap adaptif terhadap kondisi jemaah di tenda masing-masing.
Khutbah kali ini berfokus pada penguatan nilai ketakwaan, persaudaraan, dan pelayanan kepada jemaah.
Pada Tenda Misi Haji yang diisi oleh para Pimpinan Kemenhaj, Amirul Hajj, Musyrif Diny, dan juga Timwas DPR RI, khutbah dipimpin KH Asep Saifuddin Chalim.
Seluruh khatib di awal khutbah menyampaikan bahwa Padang Arafah mengajarkan manusia bahwa tidak ada kemuliaan sejati selain ketakwaan, serta kedudukan dan harta tidak membuat seseorang lebih dekat kepada Allah.
Ayat Al-Qur’an dan Hadist juga disampaikan khatib, untuk mengingatkan jemaah bahwa wukuf adalah momen mengakui kelemahan diri dan kembali kepada Allah.
“Haji juga harus melatih jemaah untuk tidak merendahkan orang lain dan lebih mampu menolong sesama,” ujar khotib.
Pemerintah secara khusus mencanangkan Tri Sukses Haji yang bukan sekadar slogan, melainkan arah khidmah agar ibadah haji memberi manfaat bagi pribadi, umat, bangsa, dan peradaban.
Adapun tiga poin utama dari Tri Sukses Haji tersebut:
Sukses Ritual, dimana kesuksesan paling utama dalam haji adalah sahnya ibadah. Jemaah diharapkan mampu menjalankan haji dengan benar sesuai ketentuan syariat, mulai dari wukuf, tawaf, sa’i, hingga tahallul.
Kemudian Sukses Ekosistem Ekonomi Haji.
“Haji menyerap lebih dari dua puluh triliun rupiah dan menggerakkan ekosistem besar seperti transportasi, akomodasi, dan logistik. Ekosistem ini harus dikelola secara amanah, transparan, akuntabel, serta membuka peluang bagi produk Indonesia di Arab Saudi,” jelas khotib lagi.
Ketiga, Sukses Keadaban dan Peradaban.
Haji harus membentuk akhlak personal yang lebih santun dan peduli.
“Sekembalinya ke tanah air, jemaah haji diharapkan menjadi penyambung persaudaraan, menebarkan kedamaian, dan menguatkan kesalehan sosial sebagai katalisator peradaban nasional,” tegasnya.
Selain itu, khutbah wukuf ini juga mengedepankan doa bersama bagi keselamatan bangsa dan negara.
Di bagian akhir khutbah, terselip doa khusus yang memohon bimbingan Allah SWT, untuk Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, para ulama, serta para pejabat negara.
Doa tersebut memohon agar para pemimpin Indonesia dijadikan sosok yang amanah, jujur, adil, mencintai rakyat, melayani kemaslahatan, serta dijauhkan dari kezaliman dan korupsi.
Melalui surat pengantarnya, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler, M. Afief Mundzir, menyampaikan harapan agar khutbah ini dapat menjadi penguat spiritual jemaah haji Indonesia sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan bangsa. (*/Red/MCH-2026)


