Wisata Anyer

3.220 Calon Petugas Haji Ikuti Ujian CAT Serentak di 36 Titik BKN se-Indonesia

Sekda Dindikbud Clg

JAKARTA – Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur Tenaga Kesehatan (Nakes) mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 36 titik lokasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) seluruh Indonesia pada Senin (31/8/2026).

Tahapan ini merupakan bagian dari skema empat tahap seleksi ketat untuk menjaring petugas haji yang profesional dan amanah.

​Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa seleksi ketat ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjadikan petugas haji sebagai ujung tombak pelayanan jemaah di Tanah Suci.

​”Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani,” ujar Ihsan saat meninjau pelaksanaan CAT di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta.

Ihsan mengungkapkan bahwa rekrutmen petugas haji mengadopsi empat tahapan seleksi utama. Tahapan tersebut diawali dengan verifikasi administrasi dan dokumen, dilanjutkan dengan ujian CAT berbasis komputer.

​Peserta yang berhasil lolos ujian CAT akan melaju ke tahap ketiga, yakni evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-Up/MCU).

​”Sesuai timeline, hasil ujian CAT diumumkan besok, 1 September. Setelah itu peserta melanjutkannya ke proses MCU pada 3 hingga 8 September. Hasil MCU tersebut nantinya diverifikasi dan divalidasi kembali untuk menetapkan calon peserta yang berhak mengikuti diklat,” ujar Ihsan.

Sekda Disporapar

​Tahap akhir rekrutmen adalah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH yang akan digelar intensif selama 30 hari penuh.

Pelatihan satu bulan ini dirancang untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan tata kelola pelayanan para calon petugas sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

​Ihsan menambahkan bahwa proses penyaringan yang panjang dan ketat ini bertujuan untuk memenuhi formasi ideal di setiap kelompok terbang (kloter).

Sesuai regulasi terbaru, setiap satu kloter akan didampingi oleh 4 (empat) orang petugas atau PPIH yang bertindak sebagai ujung tombak pelayanan jemaah.

​”Untuk petugas kesehatan di kloter ada 2 orang, biasanya terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah. Jadi total ada 4 orang petugas dalam satu kloter,” jelasnya.

​Rangkaian seleksi ini diharapkan mampu melahirkan tenaga lapangan yang tangguh dan responsif.

“Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Dari proses seleksi awal yang ketat ini, insyaAllah kita bisa menghasilkan petugas yang betul-betul profesional, amanah, dan sesuai kriteria,” pungkas Ihsan.***

Disdukcapil Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien