Wisata Anyer

Difitnah Menelantarkan Keluarga, Wamenhaj Dahnil Ternyata Mengasuh 4 Anaknya Sendirian Sejak Bercerai

DPRD Kota Serang Maulid Nabi

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara terkait serangan dan fitnah yang menyasar kehidupan pribadi dan keluarganya di media sosial.

Dahnil tegas membantah tudingan “plat vespa bodong” hingga isu rumah tangga, dan menantang pihak yang menyebarkannya untuk melakukan mubahalah.

Pernyataan itu disampaikan Dahnil melalui unggahan panjang di akun Threads @dahnil_anzar_simanjuntak yang kemudian diunggah ulang oleh akun @banghajidahnil.

“Bertahun-tahun yang saya jaga Integritas. Kejujuran komitmen terhadap nilai adalah perjuangan saya selama ini. Saat ini upaya fitnah dan dekandensi moral dilakukan secara maksimal,” tulis akun @banghajidahnil mengutip pernyataan Wamenhaj tersebut, dikutip Selasa (25/8/2026).

Dahnil menjelaskan tudingan menggunakan Vespa dengan plat bodong sudah muncul sejak 2019 saat ia menjabat sebagai Koordinator Jubir Prabowo-Sandi.

Saat itu, Dahnil baru membeli Vespa tua dari Yogyakarta yang pajaknya mati dan belum balik nama.

Untuk Vespa terbaru, Dahnil menyebut ia membeli Vespa tua jenis Super dengan surat-surat lengkap, namun pajak mati di Jakarta Selatan.

“Saya minta supaya sekalian saja balik nama dan bayar pajaknya segera, akhirnya di proses oleh ajudan saya, Ikhsan. Di mutasi dari Jakarta Selatan ke Ciputat, Tangerang Selatan. Akhirnya saya dapat Nomor plat, dan saya minta dipasangkan di Motor Vespa Tua saya,” jelasnya.

Menurutnya, karena sudah menunaikan proses pajak dan mutasi, ia berani menunjukkan plat nomor ke publik. Ia mengaku terganggu karena tudingan tersebut mencoreng citranya sebagai pejabat yang taat pajak.

Bagian yang paling mengganggunya, kata Dahnil, ketika kehidupan pribadi dan keluarganya diseret. Ia menyebut ada pihak yang menggunakan postingan Facebook mantan istrinya yang sudah digugat cerai pada 2020 untuk memframing dirinya.

Disperindag Maulid Nabi

“Saya adalah orang yang menggugat cerai mantan istri saya, dan gugatan saya dimenangkan oleh pengadilan,” ujarnya.

Ia merinci, dalam putusan pengadilan, rumah warisan orang tuanya diserahkan ke mantan istri. Sementara 4 orang anaknya, yang paling kecil saat itu di bawah 4 tahun, diasuh sepenuhnya oleh Dahnil.

“Setelah bercerai resmi, sampai sekarang 4 orang anak-anak saya, saya urus sepenuhnya,” kata Dahnil. Ia menyebut anak bungsunya bahkan terbiasa mengikutinya bertugas saat ia menjadi Jubir Menhan dan Jubir Pak Prabowo.

Dahnil juga membantah tudingan menelantarkan anak dan menyebut istrinya saat ini, Dokter Muna Soraya Putri atau Dokter Naya sebagai pelakor.

“Saya menikah kembali pada tahun 2023 setelah hampir 3 tahun saya menduda. Perempuan itu bernama Dokter Muna Soraya Putri. Dia perempuan yang pernah dikhianati sama dengan saya,” jelasnya.

Ia menegaskan saat ini ia dan istri bersama-sama mengurus dan melihat tumbuh kembang 4 anaknya, dan telah dikaruniai satu anak lagi.

Dahnil mengaku sempat ingin menempuh jalur hukum agar ada efek jera. Namun ia memilih tidak melapor karena menilai fitnah tersebut sengaja digunakan untuk mengupgrade kerja sosmed dan melampiaskan kebencian terhadap pemerintah.

“Akhirnya, saya sengaja menulis penjelasan ini panjang lebar karena sudah menyentuh wilayah kehidupan yang sangat pribadi dan penuh fitnah jahat,” tulisnya.

Di akhir pernyataannya, Dahnil menantang pihak yang menyebarkan fitnah untuk bersumpah.

“Dalam tradisi Islam ada saling bersumpah namanya, yakni Mubahalah. Siapa pun, Saudara Kiswinar dan kawan-kawannya yang berani berMubahalah. Mari kita lakukan,” tutup Mantan Dosen Untirta itu. (*/Ajo)

HUT RI Pramuka Sankyu
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien